bni sekuritas
BNI Sekuritas

Siaran Pers

BNI Sekuritas Dukung Pertumbuhan Energi Terbarukan di Pasar Modal Indonesia

detail info

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim, sektor energi terbarukan dianggap sebagai salah satu pilar utama investasi di pasar modal Indonesia. Dari sisi regulator, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama untuk mempercepat pengembangan Energi Baru, Energi Terbarukan, dan Konservasi Energi guna mencapai target pemerintah yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah 79/2014, yakni meningkatkan pangsa energi terbarukan dari 6,8% menjadi minimal 23% pada tahun 2025.

PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) telah memiliki pengalaman ekstensif sebagai Underwriter dan memainkan peran penting dalam mendukung investasi di sektor ini. BNI Sekuritas meyakini bahwa implementasi prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG) akan membuat industri pasar modal semakin menarik bagi para investor dan mendorong perkembangan sektor ini.

Direktur Investment Banking BNI Sekuritas Nieko Kusuma menyatakan, "BNI Sekuritas menyadari bahwa kesadaran terhadap aspek lingkungan dan sosial dalam seluruh aktivitas pasar modal dapat mendorong ekonomi berlangsung secara berkelanjutan. Bersama tim riset dan bisnis yang kompeten, BNI Sekuritas siap mendampingi dan memberikan panduan kepada Nasabah untuk dapat memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan dalam sektor ini.”

Tantangan global ini telah mendorong berbagai pihak, khususnya para investor global maupun dalam negeri, untuk semakin menyadari pentingnya keberlanjutan atas penerapan aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas bisnis dan pembangunan, sehingga pemulihan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

BNI Sekuritas tidak hanya menyediakan riset yang komprehensif kepada Nasabah dan pasar, tetapi juga menawarkan layanan dan solusi unggul, mulai dari penerbitan obligasi berorientasi lingkungan, fasilitasi kerjasama dengan perusahaan energi terbarukan, hingga solusi keuangan lainnya.

Pada tahun 2022, BNI Sekuritas menjadi Joint Lead Underwriter (JLU) dalam penerbitan green bond oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai penerbitan sebesar Rp5 triliun, yang menjadi pelopor penerbitan green bond pertama pada sektor perbankan di Indonesia. Hasilnya, transaksi ini berhasil menghasilkan kelebihan permintaan hingga empat kali lipat dari target awal, mencapai angka Rp21 triliun. Setelah itu, BNI Sekuritas juga berhasil menjadi JLU pada penerbitan green bond PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai penerbitan masing-masing sebesar Rp5 triliun.

Selain itu, pada semester I tahun 2023, BNI Sekuritas berperan sebagai Underwriter dalam penerbitan obligasi berorientasi lingkungan pertama dari perusahaan swasta, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), dengan total nilai penerbitan mencapai Rp339,89 Miliar.

Saat ini, BNI Sekuritas terlibat dalam beberapa aksi korporasi di sektor energi terbarukan lainnya seperti IPO PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Upaya BNI Sekuritas ini mencerminkan komitmen dan langkah nyata dalam mengurangi emisi karbon untuk mewujudkan perubahan iklim global yang lebih baik.

Inovasi, komitmen dan konsistensi BNI Sekuritas dalam mendukung investasi di pasar modal Indonesia telah mendapatkan apresiasi dari berbagai ajang penghargaan baik dari tingkat nasional maupun internasional. Diantaranya adalah Innovative Deal of the Year - Indonesia pada Asian Banking & Finance Awards 2023, The Best Small to Mid-Cap Corporate Finance House pada ajang 17th Annual Alpha Southeast Asia Best FI Awards 2023 serta dua kali berturut Penghargaan Utama dalam kategori Green Economy/Sustainability pada ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2022 dan 2023.

####

Mengenai BNI Sekuritas  

PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) adalah anak Perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang didirikan sejak tahun 1995. Saat ini Bank BNI memiliki 75% kepemilikan saham pada BNI Sekuritas dan 25% sahamnya juga dimiliki oleh SBI Financial Services. Ltd. Sebagai perusahaan yang telah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNI Sekuritas memiliki izin sebagai penyedia jasa penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, serta agen penjual reksadana.

Per Agustus 2023, BNI Sekuritas memiliki nilai transaksi sebesar Rp9.16 triliun dan memiliki 16 cabang yang tersebar di Indonesia.

####

Informasi Lainnya

ORI030 Hadir di Tengah Dinamika Pasar, BNI Sekuritas Ajak Investor Optimalkan Investasi Aman Berbasis Negara
Siaran Pers

ORI030 Hadir di Tengah Dinamika Pasar, BNI Sekuritas Ajak Investor Optimalkan Investasi Aman Berbasis Negara

Jakarta, 13 Juli 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) kembali menghadirkan pilihan investasi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel melalui penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030. Masa penawaran ORI030 berlangsung pada 6-30 Juli 2026 dan dapat dipesan secara online melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas. ORI030 hadir dengan dua pilihan tenor, yaitu ORI030T3 dengan jangka waktutiga tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Juli 2029, serta ORI030T6 dengan tenor enam tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Juli 2032. ORI030 menawarkan tingkat kupon tetap masing-masing sebesar 6.90% per tahun untuk ORI030T3 dan 7.00% per tahun untuk ORI030T6. Khusus untuk ORI030T6, seri ini ditetapkan sebagai SDG Bond Ritel, yaitu instrumen SBN Ritel yang dana hasil penerbitannya dialokasikan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, investor tidak hanya berpotensi memperoleh kupon tetap setiap bulan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati (Fitri), mengatakan bahwa sebagai instrumen investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia, ORI030 menjadi pilihan investasi yang relevan bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas dalam membangun portofolio jangka menengah. “ORI030 menawarkan kombinasi antara keamanan investasi karena dijamin oleh negara dan potensi imbal hasil yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang dinamis. Di tengah ketidakpastian global, fluktuasi suku bunga, serta dinamika ekonomi domestik, ORI030 dapat menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik untuk membantu investor melakukan diversifikasi portofolio. Produk ini juga sesuai bagi berbagai profil investor, baik investor pemula maupun yang telah berpengalaman,” ujar Fitri. Melalui New BIONS by BNI Sekuritas, proses pemesanan ORI030 dapat dilakukan secara praktis kapan saja dan di mana saja selama masa penawaran berlangsung. Minimum pemesanan ORI030 dimulai dari Rp1 juta, sehingga semakin membuka akses investasi SBN Ritel bagi masyarakat luas. Kupon pertama (long coupon) ORI030 dijadwalkan dibayarkan pada 15 September 2026 dan bersifat long coupon. Setelah itu, kupon akan dibayarkan secara berkala setiap tanggal 15 setiap bulannya hingga jatuh tempo, sesuai ketentuan yang berlaku. Selain memberikan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan, ORI030 juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa Minimum Holding Period (MHP) berakhir, yaitu mulai 16 September 2026 atau setelah pembayaran kupon pertama. Fitur ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor dalam mengelola kebutuhan likuiditas dan strategi investasinya, dengan tetap memperhatikan bahwa harga ORI030 di pasar sekunder dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar. BNI Sekuritas terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui penyediaan produk investasi yang tepercaya dan mudah diakses secara digital. Kehadiran ORI030 diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi secara secara lebih terencana, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

BNI Sekuritas Borong Dua Penghargaan Internasional: Social dan Sustainability Bond of the Year
Siaran Pers

BNI Sekuritas Borong Dua Penghargaan Internasional: Social dan Sustainability Bond of the Year

Jakarta, 6 Juli 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas/Perseroan) berhasil meraih dua penghargaan bergengsi internasional, yakni Social Bond of the Year – Indonesia dan Sustainability Bond of the Year – Indonesia, dalam ajang Asian Banking & Finance (ABF) Corporate & Investment Banking Awards 2026. Penghargaan ini merupakan kontribusi BNI Sekuritas pada 2025 melalui transaksi pasar modal strategis yang mencerminkan keunggulan dan kapabilitas Perseroan dalam menghadirkan solusi pembiayaan berdampak bagi klien dan perekonomian Indonesia. Ikhsan Ramdan selaku SEVP Investment Banking BNI Sekuritas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh pemangku kepentingan. “Kami berterima kasih atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan kepada BNI Sekuritas. Penghargaan ini membuktikan komitmen kami dalam mendukung berbagai transaksi strategis yang mendorong penguatan ekosistem pembiayaan berkelanjutan serta pengembangan sektor-sektor prioritas di Indonesia. Ke depan, kami akan terus memperluas peran di pasar modal Indonesia, khususnya dalam mendukung instrumen keuangan berbasis ESG yang semakin relevan bagi investor dan emiten,” ujar Ikhsan. Penghargaan tersebut diberikan atas peran aktif BNI Sekuritas dalam dua transaksi pasar modal yang menjadi tonggak penting di industri keuangan Indonesia, yaitu penerbitan Social Bond PT Pegadaian dan Sustainable Sukuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Social Bond PT Pegadaian – Obligasi Sosial Rupiah Terbesar di Indonesia BNI Sekuritas berperan sebagai salah satu penjamin emisi utama (joint lead underwriter) dalam penerbitan Social Bond PT Pegadaian, yang tercatat sebagai obligasi sosial rupiah terbesar di Indonesia sepanjang 2025 dengan nilai emisi mencapai Rp1,9 triliun. Transaksi ini mencatatkan tingkat permintaan investor hingga 2x lipat dari target awal, mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap instrumen pembiayaan berdampak sosial. BNI Sekuritas memberikan komitmen penjaminan sebesar Rp410 miliar, yang didukung oleh jaringan distribusi yang kuat kepada investor institusi maupun ritel. Sustainable Sukuk BSI – Program Sustainable Sukuk Rupiah Pertama di Indonesia BNI Sekuritas juga bertindak sebagai underwriter dalam penerbitan Sustainable Sukuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Tahap II Tahun 2025, yang merupakan program sustainable sukuk rupiah pertama dan satu-satunya di Indonesia. Instrumen ini menggabungkan prinsip pembiayaan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial guna mendukung kegiatan usaha yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus memperkuat ekosistem keuangan syariah berkelanjutan di Indonesia. Ikhsan menambahkan, pencapaian ini tidak lepas dari pendekatan yang disiplin dan terintegrasi dalam membangun kepercayaan investor, serta pemahaman yang tajam atas dinamika pasar dan kebutuhan klien. "Kami percaya bahwa kolaborasi lintas fungsi dan komitmen terhadap standar transaksi yang tinggi adalah kunci untuk terus menghadirkan solusi pasar modal yang optimal dan berkelanjutan. BNI Sekuritas akan terus memperkuat peran strategis dalam mendukung pertumbuhan pasar keuangan Indonesia, khususnya di segmen ESG dan keuangan syariah," tegas Ikhsan. Pencapaian ini sejalan dengan visi BNI Sekuritas untuk menjadi perusahaan investment banking dan pialang sekuritas terkemuka di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen Perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Kenali Saham Dividen, Pendekatan Lebih Ramah Bagi Investor Pemula
Siaran Pers

Kenali Saham Dividen, Pendekatan Lebih Ramah Bagi Investor Pemula

Jakarta, 2 Juli 2026 - Pergerakan IHSG yang naik turun dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pasar saham bergerak dalam siklus yang tidak selalu mudah diprediksi. Dalam kondisi pasar yang yang berfluktuasi, Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi, menilai saham dividen dapat menjadi salah satu pendekatan yang lebih ramah bagi investor pemula. “Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jadi investor tidak hanya bergantung pada kenaikan harga saham, tetapi juga mendapatkan penghasilan tunai secara berkala,” ujar Teddy. Ia menambahkan, beberapa saham dividen dapat menawarkan dividen yield yang berada di kisaran 3%–6% per tahun, investor tetap bisa memperoleh imbal hasil meskipun pergerakan harga saham tidak terlalu signifikan., sehingga saham dividen lebih mudah dipahami karena tidak hanya bergantung pada pergerakan harga, sekaligus membantu mengurangi tekanan psikologis investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Namun, Teddy menekankan bahwa karakter saham dividen tidak seragam. “Ada emiten yang memiliki pembagian dividen relatif stabil karena rekam jejak bisnis yang solid serta arus kas yang sehat. Contohnya seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI di sektor perbankan, serta Indofood CBP Sukses Makmur di sektor konsumsi,” jelasnya. Sementara itu, sektor komoditas seperti Bukit Asam (PTBA) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) cenderung memiliki pola dividen lebih fluktuatif karena dipengaruhi oleh siklus harga komoditas. Adapun Telkom Indonesia berada di posisi relatif seimbang, dengan riwayat pembagian dividen relatif konsisten dan potensi pertumbuhan bisnis jangka panjang. Teddy juga mengingatkan investor pemula untuk memahami mekanisme pembagian dividen, yaitu cum date, ex-date, recording date, dan payment date. Cum date merupakan hari terakhir investor dapat membeli saham dan tetap berhak atas dividen yang akan dibagikan. Setelah memasuki ex-date, investor yang baru membeli saham tidak lagi berhak memperoleh dividen tersebut. Sementara itu, recording date adalah tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen, sedangkan payment date merupakan tanggal pembayaran dividen kepada investor yang berhak. Ia menambahkan, “musim dividen” di pasar saham Indonesia umumnya berlangsung setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang banyak diselenggarakan pada periode Maret hingga Juni, sehingga periode April hingga Juli biasanya menjadi periode banyak emiten mengumumkan dan membagikan dividen. Dalam praktiknya, investor umumnya menerapkan dua strategi sederhana dalam berinvestasi pada saham dividen, yaitu buy and hold pada saham-saham yang memiliki fundamental baik, serta melakukan reinvestasi dividen untuk menambah kepemilikan saham secara bertahap. “Pendekatan ini membuat investor tidak terlalu bergantung pada pergerakan jangka pendek IHSG, sehingga lebih fokus pada kepemilikan jangka panjang,” ujar Teddy. Menurut Teddy, saham dividen tidak menghilangkan risiko investasi, namun dapat membantu investor membangun portofolio yang lebih seimbang melalui kombinasi potensi capital gain dan arus kas yang berasal dari dividen.