Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Surabaya, 20 Mei 2026 – Cara investor ritel belajar pasar modal kini mulai berubah. Tidak lagi hanya melalui seminar formal atau membaca laporan riset, banyak investor kini lebih tertarik pada pendekatan yang interaktif dan berbasis praktik langsung mengikuti pergerakan pasar. Melihat tren tersebut, PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) menghadirkan program Live Trading dan Market Update sebagai wadah edukasi investasi yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, mengatakan BNI Sekuritas secara aktif menggelar program Live Trading maupun Market Update, baik secara offline di berbagai kota besar maupun secara online. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BNI Sekuritas menggelar acara Live Trading dan Market Update untuk investor di Surabaya pada 8 Mei 2026. Surabaya menjadi salah satu kota yang dipilih karena Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan aktivitas pasar modal yang terus menguat.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, total transaksi saham di wilayah tersebut pada November 2025 mencapai Rp51.840 miliar, atau tumbuh 107,70% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24.959 miliar. Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, jumlah investor pasar modal di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 2 juta Single Investor Identification (SID) hingga 2025, atau sekitar 10% dari total investor nasional. Angka ini menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu motor utama pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia.
“Peningkatan tersebut mencerminkan pendalaman pasar modal yang semakin kuat di Jawa Timur. Antusiasme investor di Surabaya juga sangat besar, terutama dari investor muda yang ingin belajar investasi dengan cara yang lebih praktis dan sesuai kondisi pasar,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, investor saat ini tidak hanya membutuhkan akses transaksi, tetapi juga pendampingan yang membantu mereka memahami dinamika pasar secara lebih baik.
Dalam sesi Live Trading, peserta diajak melihat secara langsung bagaimana tim Retail Research BNI Sekuritas membaca arah pasar, menganalisis sentimen, hingga menentukan momentum transaksi saham saat perdagangan berlangsung secara real-time.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi Market Update yang membahas kondisi pasar terkini, mulai dari sentimen global, arah pergerakan IHSG, hingga sektor-sektor yang dinilai menarik untuk dicermati investor.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan pendekatan edukasi berbasis praktik menjadi semakin penting di tengah kondisi pasar yang bergerak cepat dan dinamis.
“Investor perlu mendapatkan insight yang relevan dan mudah dipahami agar bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan investasi, baik untuk trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang,” kata Fanny.
Pendekatan ini mendapat respons positif dari peserta karena dinilai memberikan memberikan informasi dan pengetahuan yang lebih aplikatif dibandingkan edukasi pasar modal konvensional.
Salah satu peserta, Alfian Limardi, investor asal Surabaya yang telah menjadi nasabah BNI Sekuritas sejak 2016, menilai program Live Trading memberikan perspektif baru dalam memahami keterkaitan antara pasar global dan pergerakan saham di dalam negeri.
“Banyak hal yang saya pelajari, terutama bagaimana emiten di dalam negeri ternyata memiliki hubungan yang cukup kompleks dengan kondisi ekonomi global maupun pergerakan indeks saham luar negeri,” ujarnya.
Peserta lainnya yang mengikuti Market Update berpendapat bahwa program seperti ini memberikan manfaat nyata dalam menambah wawasan dan optimisme dalam melihat peluang investasi ke depan, termasuk dalam menyongsong peluang pasar pada 2026.
“Acara ini sangat bermanfaat karena memperkaya pemahaman kita dalam membaca peluang pasar ke depan. Dengan insight dari para narasumber yang tepercaya dan berpengalaman, saya jadi lebih yakin dalam melihat potensi 2026, meskipun kondisi pasar saat ini sangat dinamis,” ujar Eko Wahyudi, salah satu Nasabah BNI Sekuritas cabang Surabaya.
Selain edukasi pasar modal, peserta juga memanfaatkan aplikasi BIONS untuk mendukung aktivitas investasi mereka, mulai dari memantau pergerakan pasar secara real-time hingga melakukan transaksi saham.
Melalui berbagai program edukasi dan engagement investor, termasuk kompetisi trading BIONS Cuanpionship, BNI Sekuritas terus memperkuat perannya sebagai mitra investasi yang aktif mendukung peningkatan literasi dan kualitas investor ritel di Indonesia.
###SELESAI###

Jakarta, 10 September 2026 – PT BNI Sekuritas menyabet tiga penghargaan sekaligus dalam ajang The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2026 yang digelar oleh The Asset. Ketiga penghargaan tersebut adalah Best Sustainability Sukuk untuk transaksi Sukuk Mudharabah Belandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 (Sustainability Sukuk) oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) senilai Rp5 triliun, Best Sukuk - SME untuk transaksi Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2025 (Sukuk Mudharabah) oleh PT Pegadaian senilai Rp1,75 triliun, serta Best Sukuk - Quasi-Sovereign untuk transaksi Sukuk Mudharabah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp2,5 triliun. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas peran BNI Sekuritas dalam mengeksekusi sejumlah transaksi sukuk korporasi berskala besar di Indonesia sepanjang tahun 2025, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu underwriter terkemuka di pasar pembiayaan syariah domestik. Sementara itu, Triple A Islamic Finance Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan The Asset, lembaga media dan riset keuangan terkemuka di Asia yang berbasis di Hong Kong, untuk mengapresiasi institusi keuangan dan pelaku pasar modal syariah atas inovasi dan kinerja terbaik mereka dalam penerbitan sukuk, baik dari sisi korporasi, perbankan, maupun sektor UMKM. Ikhsan Ramdan selaku SEVP Investment Banking BNI Sekuritas menyampaikan, "Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan solusi pembiayaan syariah yang inovatif dan relevan bagi kebutuhan korporasi Indonesia." Pemberian penghargaan ini diterima langsung oleh SEVP Investment Banking BNI Sekuritas, Ikhsan Ramdan dan VP Investment Banking Capital Market BNI Sekuritas, Stefan Utomo Kaharmen dalam seremoni Triple A Islamic Finance Awards 2026 di Malaysia, Kamis (27/8). Ikhsan mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari peran BNI Sekuritas dalam mengawal sejumlah transaksi landmark sepanjang 2025. Salah satunya adalah penerbitan Sukuk Mudharabah SMI senilai Rp2,5 triliun, yang merupakan bagian dari total penerbitan obligasi dan sukuk SMI sebesar Rp6,5 triliun sekaligus menjadi salah satu penerbitan surat berharga korporasi rupiah terbesar di pasar modal Indonesia pada tahun 2025. Selain itu, BNI Sekuritas juga berperan dalam penerbitan Sustainability Sukuk oleh BSI senilai Rp5 triliun, yang merupakan penerbitan lanjutan dari program sukuk berlandaskan keberlanjutan berkelanjutan pertama di Indonesia. Dana hasil penerbitan digunakan untuk mendukung pembiayaan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan dan sosial, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). "Ke depan, kami akan terus memperkuat peran BNI Sekuritas dalam mendukung pengembangan pasar modal syariah di Indonesia, termasuk memperluas basis investor dan mendorong inovasi struktur pembiayaan yang sesuai kebutuhan korporasi maupun sektor UMKM," ujar Ikhsan. Pencapaian ini semakin mempertegas posisi BNI Sekuritas sebagai salah satu pemain utama di pasar sukuk korporasi Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah dan keuangan berkelanjutan di Tanah Air. ###SELESAI###

Jakarta, 1 September 2026 - Instrumen investasi syariah Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) seri SR025 kembali ditawarkan kepada masyarakat yang kini bisa dibeli melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas (BNI Sekuritas/Perusahaan) sebagai salah satu mitra distribusi resmi. Masa penawaran SR025 berlangsung mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026. Investor dapat memilih dua pilihan tenor, yaitu SR025-T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan SR025-T5 dengan jangka waktu lima tahun. Pemerintah menetapkan kupon tetap (fixed rate) sebesar 6.80% per tahun untuk SR025-T3 dan 6.90% per tahun untuk SR025-T5. Imbal hasil dibayarkan setiap bulan, dengan pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 dan selanjutnya rutin setiap tanggal 10 hingga jatuh tempo. SR025-T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sementara SR025-T5 jatuh tempo pada 10 September 2031. Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati mengatakan, "Kehadiran SR025 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi di instrumen yang aman, terjangkau, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional." Fitri menjelaskan, SR025 dikelola dengan akad Ijarah dan telah memperoleh fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Pokok investasi dan imbal hasilnya dijamin penuh oleh negara melalui undang-undang, sehingga risiko gagal bayar sangat minim. Minimum pemesanan SR025 ditetapkan sebesar Rp1 juta, terjangkau bagi investor individu yang baru memulai investasi. Instrumen ini juga bersifat tradable, atau dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum kepemilikan, yakni mulai 11 Oktober 2026. "Sebagai mitra distribusi SR025, BNI Sekuritas menegaskan komitmennya untuk memperluas basis investor ritel di pasar surat berharga syariah negara, sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia," ujar Fitri. Penerbitan SR025 merupakan bagian dari rangkaian penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yang ditargetkan pemerintah mencapai Rp150 triliun hingga Rp170 triliun sepanjang 2026. Sebelumnya, seri SR024 berhasil membukukan realisasi penjualan sebesar Rp17,48 triliun, melampaui target awal Rp15 triliun. Pembelian SR025 dapat dilakukan dalam empat langkah sederhana: buka aplikasi New BIONS, pilih produk Pendapatan Tetap/Fixed Income, lalu pilih SBN, tap IPO, lalu pilih penawaran SR025 yang sedang berlangsung. Jika Anda belum memiliki akun SBN di New BIONS, Anda dapat melakukan registrasi akun SBN terlebih dahulu. Informasi lengkap seputar SR025 dapat Anda akses melalui sbn.bions.id.

Tangerang, 22 Agustus 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas/Perusahaan) kembali berpartisipasi dalam BNI WondrX 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, pada 21–23 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selaku induk perusahaan. Keikutsertaan BNI Sekuritas dalam BNI WondrX 2026 merupakan wujud dukungan Perusahaan terhadap upaya BNI memperkuat ekosistem keuangan BNI Group, melalui berbagai aktivitas yang mendorong pertumbuhan transaksi, memperluas akses layanan keuangan, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati mengatakan, “Melalui booth dan financial talkshow BNI Sekuritas, pengunjung dapat mengenal lebih dekat aplikasi investasi BIONS by BNI Sekuritas, memperoleh berbagai promo eksklusif selama penyelenggaraan WondrX 2026, serta mengikuti edukasi pasar modal yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan finansial masing-masing.” Pada kesempatan ini, BNI Sekuritas turut menyelenggarakan financial talkshow bersama Theo Derick, seorang investor, entrepreneur, creator, dan author, pada Sabtu (22/8) di Main Stage BNI WondrX, ICE BSD, mengusung tema “From Zero to Portfolio: Membangun Kebiasaan Investasi di Tengah Ekonomi yang Menantang.” Dalam sesi tersebut, Theo Derick membagikan pandangannya mengenai langkah awal yang perlu dipahami investor pemula sebelum menentukan instrumen investasi. “Yang paling pertama harus jelas justru tujuan investasinya, bukan instrumennya. Tujuan ini yang nanti menentukan jangka waktu, misalnya untuk dana darurat, biaya nikah, atau pensiun, jangka waktunya beda-beda. Dari situ baru kelihatan seberapa besar risiko yang realistis untuk diambil. Kalau urutannya dibalik, langsung loncat ke instrumen, banyak orang akhirnya ikut-ikutan tren padahal tidak cocok sama kondisi keuangannya sendiri,” ujar Theo. Momentum edukasi ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang terus meningkat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal mencapai 30,30 juta Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026, meningkat 9,9 juta investor secara year-to-date dibandingkan posisi akhir 2025. Pertumbuhan ini menegaskan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi yang terukur dan sesuai dengan profil risikonya. Menutup keterangannya, Fitri menegaskan komitmen BNI Sekuritas untuk terus mendampingi masyarakat dalam berinvestasi. “Kami ingin selalu hadir sebagai mitra investasi yang kredibel, mudah diakses, dan relevan bagi generasi muda, sehingga semakin banyak masyarakat yang percaya diri untuk memulai dan mengembangkan portofolio investasinya bersama kami,” tutup Fitri.