bni sekuritas
BNI Sekuritas

Ketentuan Auto Rejection Perdagangan di Bursa Efek Indonesia

detail info

BEI Sesuaikan Ketentuan Auto Rejection dan Saham yang Diperdagangkan pada Sesi Pra-pembukaan

Menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan tanggal 12 Maret 2020 perihal Perintah Perubahan Auto Rejection dan Penyesuaian Mekanisme Pra Pembukaan (Pre-Opening) Kepada PT Bursa Efek Indonesia, Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00025/BEI/03-2020 perihal Perubahan Batasan Auto Rejection, dan Pengumuman PT Bursa Efek Indonesia tentang Saham yang Keluar dari Daftar Saham yang Diperdagangkan pada Sesi Pra-pembukaan, serta dengan memperhatikan kondisi perkembangan pasar modal global, maupun Pasar Modal Indonesia yang sedang mengalami tekanan, antara lain dipengaruhi penetapan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO), maka PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tekanan kepada Pasar Modal Indonesia sebagai berikut:

 

  1. Mengubah batasan Auto Rejection bawah dari sebelumnya 10% (sepuluh perseratus) menjadi 7% (tujuh perseratus) sehingga Jakarta Automated Trading System (JATS) akan melakukan Auto Rejection apabila harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS:
  • lebih dari 35% (tiga puluh lima perseratus) di atas atau 7% (tujuh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga Rp50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan Rp200,- (dua ratus rupiah);
  • lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) di atas atau 7% (tujuh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari Rp200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan Rp5.000,- (lima ribu rupiah);
  • lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di atas atau 7% (tujuh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan harga di atas Rp5.000,- (lima ribu rupiah).
  1. Mengubah ketentuan Auto Rejection untuk perdagangan saham hasil Penawaran Umum yang pertama kali diperdagangkan di Bursa (perdagangan perdana) dari sebelumnya ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan Auto Rejection sebagaimana disebutkan pada angka 1 di atas, menjadi 1 (satu) kali dari persentase batasan Auto Rejection.
  2. Mengeluarkan seluruh saham dari daftar saham yang diperdagangkan pada sesi Pra-pembukaan, sehingga tidak terdapat saham yang dapat diperdagangkan pada sesi Pra-pembukaan.

 

Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak hari Jumat, 13 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.

Untuk informasi selengkapnya dapat dilihat di website  > Peraturan > Peraturan Perdagangan dan  > Berita > Pengumuman.

Informasi Lainnya

Waspadai Email Palsu “Verifikasi Akun” yang mengatasnamakan BNI Sekuritas
Pengumuman

Waspadai Email Palsu “Verifikasi Akun” yang mengatasnamakan BNI Sekuritas

Nasabah yang Terhormat, Keamanan akun, portofolio, dan dana investasi Anda merupakan prioritas kami. Seiring meningkatnya aktivitas digital, berbagai modus penipuan juga semakin berkembang, salah satunya melalui email phishing yang mengatasnamakan institusi keuangan, termasuk BNI Sekuritas. Kami mengimbau Anda untuk selalu waspada terhadap email yang meminta Anda melakukan verifikasi akun, pembaruan data, atau tindakan serupa melalui tautan tertentu. Email semacam ini dapat digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh informasi login dan mengambil alih akses akun Anda. Kenali Modus Email Phishing Email phishing umumnya berisi pesan yang mengarahkan penerima untuk segera melakukan tindakan tertentu, misalnya: "Perbarui atau verifikasi data Anda melalui tautan berikut untuk menghindari pembatasan akun." Email tersebut biasanya menyertakan tautan menuju halaman login palsu yang dibuat menyerupai situs resmi. Apabila Anda memasukkan User ID, kata sandi, PIN, atau OTP pada halaman tersebut, informasi tersebut dapat dicuri dan disalahgunakan oleh pelaku. Tanda-Tanda yang Perlu Anda Waspadai Berikut beberapa ciri email phishing yang sering ditemukan: Alamat pengirim mencurigakan, terlihat mirip dengan alamat resmi namun terdapat perbedaan pada domain atau penulisan alamat email. Menggunakan sapaan umum, tidak sesuai dengan komunikasi resmi yang biasa Anda terima dari BNI Sekuritas. Menggunakan nada yang mendesak, seperti ancaman pemblokiran akun atau batas waktu tertentu agar Anda segera mengambil tindakan. Menyertakan tautan atau tombol verifikasi yang meminta Anda login di luar aplikasi atau website resmi BNI Sekuritas. Meminta informasi rahasia, seperti kata sandi, PIN, maupun OTP. Berikut contoh email phishing: Yang Harus Anda Lakukan Apabila menerima email yang mencurigakan, lakukan langkah berikut: Jangan mengklik tautan atau tombol verifikasi apa pun yang terdapat dalam email tersebut. Jangan memasukkan User ID, kata sandi, PIN, maupun OTP melalui tautan yang dikirim melalui email. Pastikan Anda hanya mengakses layanan BNI Sekuritas melalui aplikasi atau website resmi. Laporkan email yang dicurigai sebagai phishing kepada Customer Care BNI Sekuritas untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Apabila Anda Terlanjur Mengklik Tautan atau Memasukkan Data Jangan panik. Segera lakukan langkah-langkah berikut: Ganti kata sandi akun Anda sesegera mungkin. Hubungi Customer Care BNI Sekuritas melalui 14016 atau email customercare@bnisekuritas.co.id untuk membantu proses pengecekan dan pengamanan akun. Pantau aktivitas akun Anda secara berkala dan segera laporkan apabila menemukan transaksi atau aktivitas yang tidak dikenali. Perlu diingat bahwa BNI Sekuritas tidak pernah meminta User ID, kata sandi, PIN, maupun OTP melalui email, pesan singkat, ataupun media komunikasi lainnya. Selalu pastikan Anda menjaga kerahasiaan informasi akun dan hanya mengakses layanan melalui kanal resmi BNI Sekuritas. Kewaspadaan terhadap email phishing merupakan langkah penting untuk melindungi akun dan investasi Anda dari akses yang tidak sah. Mari bersama-sama menjaga keamanan digital dan berinvestasi dengan aman. Hormat kami, PT BNI Sekuritas.

Logout Setelah Bertransaksi: Langkah Sederhana untuk Melindungi Akun Anda
Pengumuman

Logout Setelah Bertransaksi: Langkah Sederhana untuk Melindungi Akun Anda

Nasabah yang Terhormat, Keamanan akun, portofolio, dan dana investasi Anda merupakan prioritas kami. Dalam aktivitas digital sehari-hari, login ke aplikasi atau website investasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan bertransaksi. Namun, terdapat satu kebiasaan sederhana yang sering kali diabaikan, yaitu melakukan logout (keluar) setelah selesai menggunakan akun. Bagi sebagian pengguna, membiarkan akun tetap login dianggap lebih praktis karena tidak perlu memasukkan User ID dan password setiap kali mengakses layanan. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko keamanan yang perlu diwaspadai, terutama apabila Anda mengakses BIONS Web melalui perangkat bersama atau perangkat yang bukan milik pribadi. Mengapa hal ini penting bagi investor? Apabila sesi akun masih aktif dan perangkat dapat diakses oleh pihak lain, terdapat risiko penyalahgunaan akun yang dapat mengakibatkan: Akses terhadap informasi portofolio investasi, saldo RDN, dan riwayat transaksi Anda. Pembuatan, perubahan, atau pembatalan order jual dan beli tanpa sepengetahuan pemilik akun. Akses terhadap informasi dan pengaturan tertentu yang tersedia pada akun Anda. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila akun tidak di-logout dengan benar setelah selesai digunakan. Sehubungan dengan hal tersebut, penting bagi nasabah untuk membiasakan melakukan logout setelah setiap sesi penggunaan BIONS, terutama ketika mengakses layanan melalui: Komputer kantor Perangkat bersama Perangkat milik orang lain Perangkat yang dapat diakses oleh pihak lain Perlu diingat bahwa menutup tab atau jendela browser tidak selalu mengakhiri sesi akun secara otomatis. Untuk memastikan akun Anda terlindungi dengan baik, lakukan logout melalui menu Logout/Keluar sebelum menutup browser atau meninggalkan perangkat. Berikut langkah-langkah logout yang benar pada BIONS: Setelah selesai menggunakan BIONS, buka menu Profil atau Akun. Pilih menu Logout/Keluar. Pastikan Anda telah kembali ke halaman login sebagai tanda bahwa sesi akun telah berakhir. Apabila menggunakan BIONS Web, tutup tab atau jendela browser setelah proses logout berhasil dilakukan. Selain itu, jangan pernah membagikan User ID, password, PIN, maupun OTP kepada siapa pun. Informasi tersebut bersifat rahasia dan hanya boleh diketahui oleh Anda sebagai pemilik akun. Melakukan logout merupakan langkah sederhana yang dapat membantu melindungi akun Anda dari akses yang tidak sah. Kebiasaan ini menjadi semakin penting ketika menggunakan perangkat bersama atau perangkat yang bukan milik pribadi. Apabila Anda menemukan order, transaksi, atau aktivitas akun yang tidak dikenali, segera hubungi Customer Care BNI Sekuritas melalui 14016 atau email customercare@bnisekuritas.co.id. Mari bersama-sama menjaga keamanan akun dan menjadikan keamanan digital sebagai bagian dari kebiasaan berinvestasi yang baik. Hormat kami, PT BNI Sekuritas

Hindari Penyimpanan Password di Browser
Pengumuman

Hindari Penyimpanan Password di Browser

Nasabah yang Terhormat, Di era digital saat ini, berbagai kemudahan diberikan untuk menunjang aktivitas, termasuk dalam hal penyimpanan password di browser. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk login dengan lebih cepat dan praktis, tanpa perlu mengingat atau memasukkan password secara berulang. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko keamanan yang perlu diwaspadai, terutama untuk akun yang bersifat penting dan berkaitan dengan aktivitas finansial. Penyimpanan password di browser tidak sepenuhnya aman. Apabila perangkat digunakan oleh orang lain, hilang, atau terinfeksi malware, maka data yang tersimpan berpotensi diakses tanpa sepengetahuan pemilik akun. Mengapa hal ini berisiko, khususnya bagi nasabah BNI Sekuritas? Apabila akun berhasil diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka berbagai informasi penting dapat terekspos, seperti: Portofolio investasi Riwayat transaksi Potensi terjadinya aktivitas finansial yang tidak dilakukan oleh pemilik akun Kondisi tersebut dapat terjadi hanya karena kebiasaan menyimpan password di browser demi kemudahan akses. Sehubungan dengan hal tersebut, penting bagi nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan langkah-langkah berikut: Tidak menyimpan password pada browser, terutama di perangkat umum atau kantor Membiasakan untuk memasukkan password secara manual saat login Menghapus password yang telah tersimpan di browser Memastikan perangkat yang digunakan aman dan tidak diakses oleh pihak lain Perlu diingat bahwa kemudahan tidak selalu sejalan dengan keamanan. Menjaga kerahasiaan akses akun merupakan langkah penting dalam melindungi data dan aset finansial. Hindari menukar keamanan dengan kenyamanan. Dengan tidak menyimpan password di browser, Anda telah mengambil langkah preventif untuk mencegah akses yang tidak sah. Mari bersama-sama tetap waspada dan menjaga keamanan akun Anda. Hormat kami, PT BNI Sekuritas