Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Di era digital saat ini, berbagai peluang investasi sering kali menawarkan iming-iming keuntungan yang menggoda. Namun, di balik tawaran menarik tersebut, terdapat risiko besar, terutama terkait investasi ilegal atau investasi bodong. Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan kerugian masyarakat akibat investasi ilegal atau bodong di Indonesia sudah mencapai Rp139,67 triliun. Angka ini didapat dari hasil akumulasi kerugian masyarakat sejak tahun 2017 hingga 2023.
PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) mengingatkan para calon investor untuk lebih berhati-hati dalam memilih platform berinvestasi. SEVP Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menjelaskan bahwa dengan memahami karakteristik investasi ilegal atau bodong, investor dapat lebih mudah mengidentifikasi dan menghindari penawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. "Memahami karakteristik ini tidak hanya melindungi portofolio Anda tetapi juga memastikan keputusan investasi Anda didasarkan pada prinsip yang aman dan tepercaya," ujar Teddy.
Berikut adalah empat karakteristik utama investasi ilegal/bodong yang perlu diketahui:
Investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan klaim risiko rendah sering kali adalah investasi bodong.
“Jika ada tawaran investasi dengan return tinggi tetapi klaim risiko rendah atau tidak ada risiko sama sekali, investor harus waspada dan menghindarinya,” jelas Teddy.
Sebelum berinvestasi, investor harus memastikan bahwa perusahaan atau lembaga penyelenggara investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK. Jika penyelenggara atau tempat jual beli investasi tidak memiliki registrasi resmi dan pengawasan dari OJK, itu merupakan sinyal awal bahwa investasi tersebut bisa jadi bodong.
Waspadalah terhadap oknum atau jenis investasi yang tidak menyediakan informasi yang jelas dan transparan mengenai cara kerja, struktur, dan penggunaan dana. Transparansi adalah kunci untuk memastikan investasi yang dilakukan aman dan dikelola dengan baik.
Jangan melakukan transaksi berdasarkan rekomendasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya, seperti email spam, media sosial tanpa verifikasi, atau individu yang tidak dikenal. Pastikan berinvestasi hanya melalui platform resmi dan terdaftar, seperti BIONS (BNI Sekuritas Innovative Online Trading System), yang menawarkan rekomendasi saham harian dari tim riset terpercaya BNI Sekuritas.
“Dengan mengenali karakteristik investasi bodong, Anda dapat melindungi diri dari kerugian. Verifikasi kredensial perusahaan, pastikan terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta tinjau laporan keuangannya. Pilih instrumen investasi yang juga terdaftar di OJK. Selain itu, cari informasi dari sumber tepercaya seperti program edukasi dari BNI Sekuritas, yang dipandu oleh tim Riset terbaik, sehingga Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik,” tutup Teddy.
### SELESAI ###

Jakarta, 30 April 2026 – Sebagai bagian dari komitmen terhadap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas atau Perusahaan) secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Emmanuel dalam program Technology Integration in Education Programme (TIEP), pelatihan teknis bagi pimpinan sekolah dan guru untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi implementasi pembelajaran berbasis “Deep Learning”, Coding dan Artificial Intelligence. Hadir pada acara penutup rangkaian program (closing ceremony) TIEP Angkatan I yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026 di kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yaitu Nicodemus F. Apthioman, SVP Finance & Strategy BNI Sekuritas, Sarjoko selaku Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan pimpinan sekolah Jakarta Intercultural School, Mentari Intercultural School Jakarta, Mentari Intercultural School Bintaro dan Beacon Academy. SVP Finance & Strategy BNI Sekuritas, Nicodemus F. Aphtioman mengatakan, “Melalui Technology Integration in Education Programme (TIEP), BNI Sekuritas berkolaborasi dengan Yayasan Emmanuel, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta sekolah-sekolah terkemuka seperti JIS, Mentari Intercultural School, dan Beacon Academy untuk membekali para guru di sekolah negeri dengan kemampuan mengintegrasikan teknologi, coding, dan AI ke dalam proses pembelajaran.” Ia menambahkan, “Sebagai perusahaan di industri keuangan, kami sehari-hari berhadapan dengan data, analitik, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kami meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah investasi pada generasi penerus bangsa dan pendidikan di Indonesia.” Chairman Yayasan Emmanuel, Esther Witjaksana, menjelaskan bahwa program yang diselenggarakan bersama BNI Sekuritas ini melibatkan setidaknya 60 guru dan kepala sekolah dari 6 sekolah, inisiatif ini berpotensi memberikan dampak kepada sekitar 1.900 siswa, yang berasal dari SDN Gambir 01, SLB Ulaka Penca, SDN Cempaka Baru 07, SDN Kedaung Kaliangke 03, SDN Srengseng Sawah 07 dan SDN Kembangan Utara 07. Peserta program TIEP, Ibu Darmiati Umar, Kepala Sekolah dari SDN Cempaka Baru 07, menyatakan, “Program TIEP sangat membantu proses belajar mengajar di sekolah. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan AI dan aplikasi Star Chart untuk menampilkan visualisasi alam semesta dan susunan tata surya, yang membuat murid-murid kami semakin antusias dan kagum.” Selain itu, pada awal 2026 BNI Sekuritas juga mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, bekerja sama dengan self-regulatory organizations (SRO) pasar modal serta para pelaku industri. Program TJSL BNI Sekuritas telah diselenggarakan secara berkelanjutan didukung oleh 3 pilar, yaitu: literasi dan inklusi keuangan, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. #SELESAI#

Jakarta, 22 April 2026 – PT BNI Sekuritas mengamati tren meningkatnya perhatian investor ritel Indonesia terhadap instrumen investasi pasif dalam pengelolaan portofolio mereka. Tren ini menjadi semakin relevan di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa bulan terakhir, ketika kombinasi strategi pasif dan aktif dapat membantu investor menyebar risiko dan menjaga keseimbangan portofolio. Instrumen investasi pasif merupakan produk yang dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu, seperti indeks saham atau obligasi, tanpa pemilihan aset secara aktif. Contohnya termasuk Exchange-Traded Fund (ETF) dan reksa dana indeks, yang memungkinkan investor memperoleh diversifikasi dalam satu produk dengan biaya yang relatif efisien. Mengacu pada laporan salah satu media di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga November 2025 terdapat lebih dari 42 ribu investor ritel yang bertransaksi pada ETF, waran terstruktur, dan DIRE. Secara keseluruhan, transaksi ketiga instrumen tersebut meningkat sekitar 300%. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, mengatakan bahwa angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran investor ritel terhadap diversifikasi portofolio. “Penggunaan strategi investasi aktif dan pasif secara bersamaan dapat membantu investor menyebar risiko di berbagai saham atau sektor, sekaligus menjaga portofolio tetap seimbang dalam kondisi pasar yang berfluktuasi,” ujar Teddy. Fenomena serupa juga terlihat di pasar global. Survei terbaru di India menunjukkan bahwa 68% investor ritel memiliki setidaknya satu produk pasif, seperti ETF atau reksadana indeks. Teddy menambahkan bahwa data global ini menunjukkan instrumen pasif semakin diperhitungkan sebagai komponen portofolio modern, dan tren serupa mulai terlihat di Indonesia. Secara umum, strategi pasif cenderung menawarkan biaya yang lebih rendah dan kinerja yang mengikuti pasar, sementara strategi aktif berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi, namun dengan tingkat risiko dan volatilitas yang lebih besar. Oleh karena itu, kombinasi keduanya menjadi pendekatan yang semakin banyak digunakan investor. Bagi investor ritel, instrumen pasif umumnya dapat digunakan sebagai fondasi portofolio jangka panjang, sementara strategi aktif dimanfaatkan untuk menangkap peluang jangka pendek atau sektor tertentu yang sedang berkembang. Meskipun minat terhadap instrumen pasif meningkat, Teddy berpendapat bahwa strategi aktif tetap relevan bagi investor yang ingin mengeksplorasi peluang pada saham individual atau sektor tertentu. Kombinasi kedua strategi memungkinkan investor ritel untuk: Menyebar risiko dan menjaga diversifikasi portofolio melalui instrumen pasif. Memanfaatkan peluang pasar melalui strategi aktif. “Dengan memahami karakter masing-masing strategi, investor ritel dapat lebih siap menghadapi fluktuasi IHSG dan menyesuaikan portofolio sesuai tujuan investasi,” tutup Teddy. BNI Sekuritas menegaskan bahwa instrumen pasif dapat menjadi salah satu opsi strategis yang dikombinasikan dengan strategi aktif, disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor. ###SELESAI###

Jakarta, 16 April 2026 – Memasuki usia 31 tahun pada 12 April 2026, PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas/Perusahaan) menegaskan perannya sebagai mitra investasi bagi investor ritel maupun institusi di Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, Perusahaan konsisten berkontribusi melalui edukasi, inklusi, dan inovasi, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal. Plt. Direktur Utama BNI Vera Ongyono menyatakan, “Sejak berdiri pada 1995, BNI Sekuritas tidak hanya membuka akses pasar modal, tetapi juga membekali investor dengan edukasi sebagai bekal untuk pengambilan keputusan yang bijak. Karena pasar modal yang sehat tercermin dari kualitas edukasi dan pengalaman yang dimiliki para pelakunya.” Di tengah pasar yang semakin dinamis, BNI Sekuritas terus memperkuat fondasi investor ritel sebagai elemen penting dalam membangun pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan. Saat ini, pasar modal Indonesia terus berkembang dengan lebih dari 21 juta investor, didominasi generasi muda, sementara tingkat literasi pasar modal yang tercatat sekitar 17–18% menjadi peluang bagi edukasi untuk semakin memberdayakan investor dalam memanfaatkan akses investasi secara optimal. Sebagai wujud komitmen selama 31 tahun, BNI Sekuritas menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat investor ritel, antara lain: Perluasan Basis Investor: Secara aktif menjalankan Sekolah Pasar Modal dan Galeri Investasi bersama Bursa Efek Indonesia, menjangkau 1,317 investor dan calon investor pada 2025. Edukasi Berkelanjutan: Program Morning Investview, Live Trading, dan Klinik Saham menjangkau lebih dari 155,160 peserta, memberikan wawasan pasar dan pendampingan analisis bersama tim analis riset ritel BNI Sekuritas. Pembelajaran Berbasis Pengalaman: Kompetisi trading tahunan bertajuk BIONS Cuanpionship melibatkan lebih dari 2,751 investor ritel, menggabungkan praktik langsung dengan pembelajaran interaktif. Inovasi Platform Digital: Peluncuran New BIONS by BNI Sekuritas menyediakan akses terintegrasi ke saham, obligasi, reksa dana, dan SBN dalam satu aplikasi berbasis riset yang mudah digunakan. Pendekatan Hybrid: Revitalisasi outlet di berbagai kota besar di Indonesia, menghadirkan lounge interaktif, workshop, dan live trading session, sekaligus menyediakan ruang bagi investor bertemu langsung dengan tim sales, sehingga meningkatkan kepercayaan dan pengalaman mereka. Selain penguatan ritel dan edukasi investor, BNI Sekuritas juga menegaskan perannya melalui keterlibatan dalam beberapa transaksi strategis. Misalnya pada tahun 2025, Perusahaan menjadi lead transaction advisor bagi Blue Sky Group dalam kemitraan dengan Airport Dimensions, yang mendukung ekspansi regional sekaligus memperkuat layanan lounge bandara di Indonesia. BNI Sekuritas juga memfasilitasi transaksi antara PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) melalui rights issue dan inbreng aset senilai Rp5,66 triliun di Bandara Soekarno-Hatta, yang berhasil memperkuat struktur permodalan GMFI. Hal ini mencerminkan peran BNI Sekuritas sebagai penasihat strategis dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri aviasi. Pada awal tahun 2026, BNI Sekuritas dipercaya sebagai Sole Arranger dalam penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (“Moratelindo”) dan PT Eka Mas Republik (“MyRepublic Indonesia”) dengan nilai transaksi mencapai Rp20 triliun. Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 26 Maret 2026, dengan Moratelindo sebagai entitas penerima penggabungan yang akan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Penggabungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem digital nasional melalui sinergi infrastruktur jaringan di Indonesia. Sejalan dengan perannya dalam mendampingi investor, BNI Sekuritas juga berkomitmen mendukung Klien Institusi melalui penguatan pembiayaan hijau dan berkelanjutan (green financing) sebagai strategi menciptakan nilai jangka panjang serta mendorong transisi menuju praktik ESG (Environmental, Social, Governance). “Green financing bukan sekadar tren, tetapi pergeseran struktural di pasar. Kami siap mendampingi klien yang sudah beroperasi di sektor ini maupun yang sedang bertransisi,” ujar Vera. Sepanjang tahun 2025, BNI Sekuritas telah berperan aktif dalam mendukung transaksi pembiayaan berbasis ESG melalui delapan (8) instrumen, mencakup obligasi dan sukuk berkelanjutan, antara lain Sustainable Environmental Bond Bank Mandiri, Sustainable Social Bond Pegadaian, Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Bank Syariah Indonesia, Sustainability Bond Bank BNI, Sustainable Bond Sarana Multi Infrastruktur, serta Sustainable Social Sukuk Pegadaian. Selain itu, BNI Sekuritas terus memperkuat tata kelola perusahaan dan manajemen risiko terintegrasi, memastikan keseimbangan antara respons cepat terhadap dinamika pasar dan konsistensi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Setiap pengembangan bisnis dan inisiatif strategis, termasuk transformasi BIONS menjadi platform smart investing, dirancang dengan memperhatikan kepatuhan, transparansi, dan manajemen risiko, sehingga memperkuat kepercayaan stakeholder dan menciptakan nilai jangka panjang. Sebagai bukti pengakuan atas kinerja institusi dan tata kelola yang baik, pada 2025 BNI Sekuritas meraih berbagai penghargaan bergengsi, baik nasional maupun internasional, di antaranya Alpha Southeast Asia, Asian Banking & Finance, Euromoney, The Asset, Corporate Governance Perception Index (CGPI), SWA, dan Warta Ekonomi. “Ke depan, BNI Sekuritas berkomitmen memperluas jangkauan edukasi bagi investor ritel maupun institusi, memperkuat inklusi pasar modal, serta menghadirkan solusi investasi yang adaptif. Selain itu, tata kelola menjadi landasan penting agar seluruh Nasabah dan Klien dapat berpartisipasi dengan nyaman, aktif dan berkelanjutan di pasar modal Indonesia,” tutup Vera. ###SELESAI###