bni sekuritas
BNI Sekuritas

Siaran Pers

BNI Sekuritas Gelar Diskusi: Roadmap Perumahan dan Akses Internet Terjangkau

detail info

Jakarta, 27 Maret 2025 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) menggelar acara BNI Sekuritas Roundtable Discussion on Public Housing and Internet Roadmap pada Rabu, 19 Maret 2025, yang mengangkat topik penting mengenai roadmap perumahan publik dan akses internet terjangkau di Indonesia. Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka, antara lain Hashim Djojohadikusumo (Ketua Satgas Perumahan), Fahri Hamzah (Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia), Fadel Muhammad (Founder PT Solusi Digital Tbk), Yune Marketatmo (Presiden Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk), dan Muhammad Arif (Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). BNI Sekuritas dan para pembicara bersama-sama membahas upaya pemerintah dan sektor swasta dalam mengatasi dua tantangan besar Indonesia, yaitu penyediaan perumahan yang layak dan peningkatan akses internet berkecepatan tinggi yang terjangkau. 

Penyediaan Perumahan yang Layak di Indonesia 

Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam sektor perumahan, dengan kebutuhan rumah yang diperkirakan mencapai 12 hingga 15 juta unit di seluruh tanah air. Program perumahan satu juta unit yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo merupakan langkah penting dalam mengatasi masalah ini. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto berupaya mengoptimalkannya dengan mengusung agenda ekonomi yang bertujuan mencapai pertumbuhan PDB sebesar 8%, dengan sektor perumahan menjadi salah satu pendorong utama.

Salah satu langkah strategis untuk mengatasi kekurangan perumahan adalah Program Perumahan Tiga Juta Unit yang diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp390 triliun. Program ini diharapkan dapat menciptakan lebih dari 4 juta lapangan pekerjaan dan menyumbang lebih dari Rp500 triliun pada PDB Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah sosial, mengingat lebih dari 34,7 juta rumah tangga di Indonesia tinggal di rumah yang tidak layak huni. 

Pembangunan perumahan ini akan difokuskan di sekitar stasiun kereta api untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan di kawasan perkotaan yang padat dengan pembangunan perumahan vertikal, guna memaksimalkan penggunaan lahan dan menekan kenaikan harga properti. Inisiatif ini juga telah menarik perhatian internasional, dengan negara-negara seperti China, India, Turki, UAE, dan Qatar menunjukkan minat besar untuk berkolaborasi. Qatar dan UAE bahkan telah berkomitmen memberikan dukungan finansial, sementara kontraktor asal China siap dilibatkan dalam pembangunan. 

Pendanaan Sektor Perumahan 

Untuk mendukung pendanaan program ini, Hashim Djojohadikusumo mengusulkan penerbitan dua jenis obligasi. Pertama, obligasi perumahan yang menggunakan likuiditas institusi negara untuk pembiayaan pembangunan, dan kedua, obligasi yang bertujuan untuk menarik investasi asing dan diasporanya. Menurut Hashim, kedua instrumen ini akan memastikan keberlanjutan pendanaan untuk sektor perumahan di Indonesia. 

Penyediaan Akses Internet yang Terjangkau 

Selain masalah perumahan, acara BNI Sekuritas Roundtable Discussion on Public Housing and Internet Roadmap juga membahas tantangan besar lainnya, yaitu kesenjangan digital di Indonesia. Saat ini, hanya sekitar 15% rumah tangga yang memiliki akses internet broadband, yang merupakan masalah signifikan di dunia yang semakin terhubung. Untuk mengatasi hal ini, PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) menawarkan solusi inovatif dengan penyediaan internet berkecepatan tinggi yang sangat terjangkau, yaitu Rp100.000 per bulan untuk kecepatan 100 Mbps. 

Layanan ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, e-commerce, layanan keuangan, dan mendukung inklusi sosial di Indonesia. WIFI memanfaatkan infrastruktur jalur kereta api untuk membangun jaringan fiber-optik yang lebih efisien dari segi biaya dibandingkan dengan pembangunan jaringan perkotaan konvensional. Dengan pendekatan ini, WIFI menargetkan untuk memasang fiber-optik di 5.000 rumah per bulan dan menjangkau hingga 2 juta rumah di sekitar 400 stasiun kereta api. 

Sebagai tambahan, WIFI bekerja sama dengan PGN (Perusahaan Gas Negara) untuk memasang saluran broadband dan pipa gas secara bersamaan dalam proyek perumahan vertikal, menciptakan efisiensi biaya dan mempercepat pengembangan program. 

Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Terhubung 

Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Fahri Hamzah, juga menekankan pentingnya mempelajari model Housing Development Board (HDB) Singapura. HDB dikenal dengan tingkat kepemilikan rumah yang tinggi dan kualitas hunian yang sangat baik. Menurut Fahri, model ini dapat menjadi referensi dalam mengembangkan kebijakan perumahan nasional Indonesia. “Dengan memanfaatkan pengalaman HDB, kita dapat mengembangkan program perumahan yang lebih inklusif dan terjangkau, serta meningkatkan tingkat kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fahri. 

###SELESAI###

Informasi Lainnya

5 Tips Investasi dari Nasabah BNI Sekuritas yang Sudah Membuktikannya, Cocok untuk Pemula!
Siaran Pers

5 Tips Investasi dari Nasabah BNI Sekuritas yang Sudah Membuktikannya, Cocok untuk Pemula!

Investasi kini semakin mudah diakses. Namun, kemudahan tersebut juga membuat banyak orang tergoda untuk langsung berinvestasi, tanpa memahami risiko maupun cara kerjanya. Hal berbeda dilakukan Rizal, salah satu Nasabah BNI Sekuritas dari Medan. Meski sudah pensiun sejak 2020, Rizal justru semakin aktif mempelajari dunia investasi. Bahkan, dirinya turut mengajak sang anak untuk ikut belajar trading. Menurutnya, kunci berinvestasi bukanlah modal besar atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat, melainkan kemauan untuk terus belajar secara konsisten. Berikut lima tips investasi ala Rizal yang bisa diterapkan, terutama bagi investor pemula. 1. Jangan Terburu-buru Trading, Pahami Dulu Ilmunya Sebelum bergabung dengan BNI Sekuritas, Rizal sudah mencoba berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto. Namun, ia menyadari bahwa investasi di pasar modal membutuhkan pemahaman yang kuat sebagai fondasi. "Kalau investasi sebenarnya sudah lama, tapi waktu mencari sekuritas, saya merasa yang aktif justru BNI Sekuritas dari sisi edukasinya," katanya saat diwawancarai pada kegiatan Live Trading BNI Sekuritas di kota Medan 5/7/26. Menurutnya, sebelum mulai bertransaksi, investor sebaiknya memahami terlebih dahulu perusahaan sekuritas dan produk investasi beserta risikonya. Jangan hanya ikut-ikutan tren atau rekomendasi tanpa mengetahui dasar pengambilan keputusannya. 2. Manfaatkan Pendampingan dan Jangan Belajar Sendirian Salah satu alasan Rizal merasa nyaman menjadi nasabah BNI Sekuritas adalah karena adanya pendampingan yang aktif dari tim, bukan sekadar menyediakan platform transaksi. Semangat belajarnya bahkan membuatnya rutin datang ke kantor sekuritas hingga tiga kali dalam seminggu. "Sekarang saya seminggu tiga kali datang ke cabang BNI Sekuritas Medan. Sekalian trading, sekalian belajar," ujarnya. Menurut Rizal, investor sebaiknya memanfaatkan layanan edukasi, pendampingan, maupun riset yang disediakan perusahaan sekuritas. Dengan adanya arahan, proses belajar menjadi lebih terstruktur dibandingkan hanya mengandalkan trial and error. 3. Rutin Mengikuti Live Trading dan Market Update Di antara berbagai program edukasi yang tersedia, Rizal paling sering mengikuti sesi Live Trading dan Market Update. Menurutnya, kedua program tersebut membantunya memahami dinamika pasar dan melihat peluang investasi secara lebih nyata. Sebagai contoh, live trading sangat membantu Rizal untuk dapat info top gainers. Rizal menyarankan investor untuk mengikuti sesi edukasi pasar secara rutin, bukan hanya sesekali. Semakin sering mengikuti perkembangan pasar, semakin terasah pula kemampuan dalam membaca pergerakan saham. 4. Pilih Sumber Informasi yang Kredibel Di tengah derasnya informasi investasi di media sosial, Rizal memiliki prinsip untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mengambil keputusan. Tim riset BNI Sekuritas sangat andal dan penjelasannya lebih spesifik. Menurutnya, media sosial dapat menjadi salah satu referensi awal. Namun, setiap informasi tetap perlu dikonfirmasi melalui sumber yang kredibel, seperti tim riset sekuritas atau data resmi dari bursa. 5. Selalu Teliti Sebelum Menekan Tombol "Submit" Tidak semua pengalaman investasi Rizal berjalan mulus. Dirinya pernah salah memasukkan nominal transaksi hingga nilainya jauh lebih besar dari rencana. Pernah juga ketika ingin menjual saham, ternyata yang terjual hanya satu lot. Dari pengalaman tersebut, Rizal belajar bahwa ketelitian sangat penting dalam setiap transaksi. Sebelum mengonfirmasi order, pastikan kembali nominal, jumlah lot, harga, serta seluruh detail transaksi agar terhindar dari kesalahan yang tidak diinginkan. Edukasi Dulu, Baru Trading Di akhir obrolan, Rizal memiliki satu pesan sederhana bagi para calon investor. "Tipsnya edukasi terkait investasi pasar modal sangatlah penting," pungkasnya. Menurutnya, pengetahuan dapat dipelajari dan dibagikan, tetapi setiap keputusan investasi beserta risikonya tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Bagi yang ingin belajar investasi seperti Rizal, BNI Sekuritas menyediakan berbagai program edukasi, riset pasar, serta informasi pasar secara real-time yang dapat diakses melalui aplikasi BIONS. Dengan begitu, proses belajar dan bertransaksi dapat berjalan beriringan, bukan sekadar mengikuti tren. Perlu diingat, setiap investasi mengandung risiko. Karena itu, pastikan Anda memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.

Lonjakan Investor Pasar Modal Aceh Tembus 51,96%, BNI Sekuritas Perkuat Edukasi dan Akses Investasi
Siaran Pers

Lonjakan Investor Pasar Modal Aceh Tembus 51,96%, BNI Sekuritas Perkuat Edukasi dan Akses Investasi

Banda Aceh, 22 Juli 2026 — Pertumbuhan investor pasar modal di Aceh terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, jumlah investor pasar modal di provinsi ini mencapai 224.722 Single Investor Identification (SID) per Desember 2025, meningkat 51,96% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp2 triliun. Menjawab perkembangan tersebut, PT BNI Sekuritas memperkuat kehadirannya di Banda Aceh melalui pembaruan kantor cabang yang difokuskan untuk mendukung aktivitas edukasi, diskusi, dan pendampingan investasi. Cabang tidak hanya berfungsi sebagai titik layanan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pembelajaran bagi investor dan calon investor. Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati (Fitri) berpendapat bahwa data tersebut mencerminkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi, terutama investor ritel yang kini semakin mudah mengakses pasar modal melalui platform digital. Pertumbuhan ini juga memberikan sinyal kebutuhan yang lebih besar terhadap edukasi, dan pendampingan agar keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur. “Pertumbuhan investor di Aceh merupakan sinyal positif bahwa minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat. Tantangan berikutnya bagi kami para pelaku pasar modal adalah memastikan pertumbuhan tersebut diiringi dengan literasi yang memadai agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Karena itu, kami ingin menghadirkan cabang sebagai ruang belajar, diskusi, dan pendampingan investasi,” ungkap Fitri saat meresmikan kembali kantor cabang BNI Sekuritas di Aceh pada 21 Juli 2026 lalu. Sebagai bagian dari peresmian, BNI Sekuritas menggelar live trading yang dipandu oleh tim riset ritel BNI Sekuritas. Dalam sesi ini, Nasabah dapat menyaksikan secara langsung proses analisis pasar, mulai dari membaca sentimen, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pergerakan saham, hingga memahami bagaimana keputusan investasi disusun berdasarkan kondisi pasar secara real-time. “Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman investor mengenai mekanisme transaksi, sekaligus mengasah kemampuan berpikir dalam pengambilan keputusan investasi, yang didasarkan pada analisis yang matang dan pengelolaan risiko yang baik,” ujar Fitri. Selain itu, Aceh merupakan salah satu wilayah dengan ekosistem keuangan yang mengacu pada prinsip keuangan syariah. Sehingga untuk mendukung kebutuhan tersebut, BNI Sekuritas menyediakan layanan transaksi saham syariah melalui Sharia Online Trading System (SOTS) yang terintegrasi dalam aplikasi BIONS, sehingga investor dapat bertransaksi pada saham yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah sesuai ketentuan yang berlaku serta preferensi investasi masing-masing. “Ke depan, BNI Sekuritas akan terus memperkuat peran cabang sebagai bagian dari ekosistem layanan yang terintegrasi dengan platform digital. Perusahaan meyakini bahwa pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan perlu didukung oleh pemerataan akses investasi dan literasi keuangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh.” tutup Fitri.

BNI Sekuritas Gelar Literasi Keuangan bagi Tenaga Pendidik untuk Mendorong Kemandirian Finansial Guru Indonesia
Siaran Pers

BNI Sekuritas Gelar Literasi Keuangan bagi Tenaga Pendidik untuk Mendorong Kemandirian Finansial Guru Indonesia

Jakarta, 20 Juli 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas/Perusahaan) menyelenggarakan program edukasi dan literasi keuangan bagi 60 kepala sekolah dan guru di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jumat (17/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sekaligus hasil kolaborasi BNI Sekuritas dengan Yayasan Emmanuel dalam rangkaian program Technology Integration in Education Programme (TIEP). Direktur Operasional BNI Sekuritas, Yoga Mulya, mengatakan hasil evaluasi program TIEP menunjukkan peningkatan kompetensi peserta di bidang AI, literasi digital, numerasi, computational thinking , dan coding . Sebagai kelanjutan kolaborasi dengan Yayasan Emmanuel, BNI Sekuritas kini menghadirkan kegiatan literasi keuangan untuk mendukung kesejahteraan finansial tenaga pendidik. "Melalui program ini, kami hadir untuk berbagi pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi di pasar modal. Dengan didukung aplikasi BIONS by BNI Sekuritas, para tenaga pendidik memiliki akses untuk mulai berinvestasi dengan lebih mudah, nyaman, dan aman. Kami ingin tumbuh bersama, ketika BNI Sekuritas berkembang, kami juga ingin literasi keuangan dan partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia ikut berkembang. Semangat itulah yang mendorong kami untuk terus berkontribusi melalui edukasi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Yoga. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup (TJSL) Perusahaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51%, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak. Materi edukasi dalam program ini dirancang secara praktis, mencakup pengelolaan keuangan sehari-hari, perencanaan keuangan jangka panjang, investasi, serta pemanfaatan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab. Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Urip Tarsam, menyambut baik kolaborasi ini. "Untuk mewujudkan perubahan yang baik di dunia pendidikan, baik bagi siswa maupun para guru, dibutuhkan kerja sama yang solid. Keberhasilan tidak diukur dari kemajuan satu sekolah semata, tetapi dari kolaborasi berbagai pihak dalam mencapai tujuan bersama." ujarnya. Ke depan, BNI Sekuritas akan terus memperluas akses terhadap edukasi keuangan yang inklusif dan mudah dipahami, seiring pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Dengan bekal literasi keuangan yang memadai, para pendidik diharapkan mampu membangun ketahanan finansial, mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Program TJSL BNI Sekuritas telah diselenggarakan secara berkelanjutan, didukung oleh 3 pilar utama: literasi dan inklusi keuangan, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.