Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Jakarta, 28 Januari 2026 - Pasar modal Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi yang dinamis, ditandai dengan tingkat volatilitas yang tinggi akibat berbagai faktor global dan domestik. Ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta perkembangan ekonomi domestik menjadi faktor yang mendorong fluktuasi di pasar modal.
Apakah ini momentum yang tepat? Merupakan pertanyaan besar bagi para investor ditengah pasar yang sedang fluktuatif.
BNI Sekuritas mengajak masyarakat dan investor untuk tetap bijak dalam merespons dinamika pasar. Volatilitas merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan bagian wajar dari siklus investasi yang dapat berpotensi untuk membuka peluang strategis.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, mengatakan bahwa investor yang cermat dalam memanfaatkan peluang di tengah pergerakan pasar yang dinamis, berpotensi meningkatkan keuntungan portofolionya. “Volatilitas adalah tantangan dan juga peluang yang bisa dihadapi dengan strategi yang cermat, terukur dan berbasis data. Kunci utamanya adalah tetap tenang, konsisten, dan tidak menunda untuk berinvestasi,” ungkap Teddy.
Dalam kondisi seperti ini, BNI Sekuritas membagikan beberapa langkah yang dapat diterapkan oleh investor untuk menyikapi portofolionya secara bijak:
Dengan mengenali karakteristik setiap instrumen investasi yang dimiliki, investor dapat memahami potensi risiko dan imbal hasil secara lebih tepat. Pemahaman ini membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional dan sesuai dengan tujuan keuangan.
Selain itu, pemantauan portofolio secara konsisten serta transaksi yang dilakukan secara bertahap dapat membantu mengurangi dampak fluktuasi jangka pendek. Pendekatan ini mendukung disiplin investasi sekaligus menjaga emosi agar tidak mudah terpengaruh oleh volatilitas pasar harian.
Dengan menyebar investasi ke berbagai sektor, aset, atau instrumen (seperti saham, obligasi, reksa dana), investor tidak terlalu tergantung pada kinerja satu aset saja. Ini membantu meredam kerugian apabila satu sektor mengalami penurunan. Seperti kata Warren Buffett, “Don’t put all your eggs in one basket.” Diversifikasi membantu menjaga stabilitas portofolio di tengah fluktuasi pasar.
Mengikuti informasi terbaru mengenai pasar modal, kebijakan moneter, geopolitik, dan indikator ekonomi menjadi dasar bagi investor menyesuaikan strategi dengan kondisi terkini.
Platform New BIONS menghadirkan beragam fitur menarik untuk mendukung keputusan Investor dalam mencari peluang pada saat pasar fluktuatif, antara lain:
“BNI Sekuritas percaya bahwa edukasi adalah fondasi dari keputusan investasi yang bijak. Oleh karena itu, kami terus mendorong terciptanya investor yang aktif, cerdas, dan siap menghadapi dinamika pasar melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi,” tutup Teddy.
BNI Sekuritas juga melihat menguatnya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia. Sentimen positif ini tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai Rp18,1 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh impresif sebesar 40,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan aktivitas nasabah ritel yang menunjukan kinerja sangat kuat. RNTH segmen ritel tercatat mencapai Rp9,0 triliun, meningkat 113,3% secara tahunan. Antusiasme pasar ini pun berpuncak pada capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada Januari 2026 menembus level diatas 9,000 menegaskan kepercayaan investor yang semakin solid terhadap prospek pasar modal nasional.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung investor untuk tetap bijak dan terinformasi, BNI Sekuritas terus menghadirkan berbagai program edukasi dan literasi pasar modal yang dilakukan secara konsisten melalui kanal digital maupun tatap muka. Beberapa di antaranya adalah Morning Investview yang memberikan update pasar harian, Trading Bareng untuk diskusi dan praktik langsung bersama investor, serta Sekolah Pasar Modal yang dirancang untuk menjawab kebutuhan edukasi dari investor pemula hingga lanjutan.
###SELESAI###

Jakarta, 29 Januari 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), Perusahaan Anak PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, memfasilitasi transaksi strategis antara PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) dalam rangka memperkuat struktur keuangan perusahaan serta mendukung pengembangan industri penerbangan nasional. Transaksi ini mencakup penyertaan aset berupa inbreng lahan seluas 972.123 meter persegi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta senilai Rp5,66 triliun ke dalam GMFI melalui skema rights issue, yang menghasilkan penerbitan 82,1 miliar saham baru dan meningkatkan kepemilikan API menjadi 68,6%. Dalam pelaksanaannya, BNI Sekuritas bertindak sebagai penasihat strategis yang mendampingi seluruh tahapan transaksi, mulai dari perencanaan hingga penyelesaian, dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal, penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta perlindungan kepentingan seluruh pemangku kepentingan. SEVP Investment Banking BNI Sekuritas Ikhsan Ramdan menyampaikan bahwa transaksi M&A ini merupakan transaksi berskala besar dan strategis yang memperkuat sinergi antara GMFI dan API, serta memberikan dampak positif bagi penguatan industri penerbangan Indonesia. “Peran kami sebagai penasihat strategis tidak berhenti pada eksekusi transaksi. BNI Sekuritas memastikan struktur transaksi dirancang secara terukur, dengan mempertimbangkan aspek valuasi, regulasi pasar modal, serta tata kelola perusahaan. Selain itu, kami juga memberikan perspektif bisnis dan industri untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, serta memastikan seluruh proses berjalan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan regulator dan praktik terbaik industri,” ujar Ikhsan. Transaksi yang efektif pada 29 Desember 2025 tersebut berdampak langsung pada perbaikan struktur permodalan GMFI. Melalui inbreng lahan dari API, posisi ekuitas GMFI tercatat sebesar USD59,89 juta, hal ini memperkuat profil keuangan perusahaan serta membuka peluang akses pendanaan baru untuk mendukung pengembangan bisnis di masa mendatang. Ikhsan menambahkan bahwa transaksi ini juga memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap industri penerbangan, “penguatan kapasitas operasional GMFI berpotensi berdampak pada peningkatan aktivitas bandara. Dampak lanjutan juga terlihat pada efisiensi operasional industri penerbangan, sektor logistik dan perdagangan, konektivitas regional, serta penyerapan tenaga kerja di sektor perawatan pesawat dan industri pendukung,” jelasnya. Melalui transaksi ini, BNI Sekuritas semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis di pasar modal dalam penyediaan solusi korporasi yang terstruktur, akuntabel, dan berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang. Kapabilitas tersebut tercermin dari pengakuan nasional dan internasional yang diraih pada tahun 2025 melalui sejumlah penghargaan bergengsi diantaranya Best Investment Bank dan Best M&A House in Indonesia dari 19th Annual Alpha Southeast Asia Best Financial Institution Award 2025, Best Islamic Finance Sukuk House in Indonesia dari 17th Islamic Finance Awards 2025, Equity Deal of the Year – Indonesia dari Asian Banking & Finance Corporate & Investment Banking Awards 2025, Indonesia’s Best Investment Bank for Equity Capital Market (ECM) 2025 dari Euromoney Awards for Excellence 2025. “BNI Sekuritas senantiasa berkomitmen untuk mendampingi klien dalam merancang dan mengeksekusi transaksi strategis secara prudent dan sesuai regulasi, dengan tetap mengedepankan tata kelola dan kepentingan jangka panjang perusahaan,” tutup Ikhsan. ###SELESAI###

Jakarta, 23 Januari 2026 – Di tengah volatilitas pasar modal serta meningkatnya ekspektasi regulator terhadap transparansi dan tata kelola untuk meningkatkan pelindungan dan kepercayaan investor, PT BNI Sekuritas kembali menegaskan posisinya sebagai institusi dengan meraih predikat Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) Awards 2025. Penghargaan ini menempatkan BNI Sekuritas di jajaran Perusahaan Efek yang dinilai konsisten menerapkan praktik Good Corporate Governance (GCG) secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan, juga sebagai fondasi dalam menjalankan strategi bisnis. Direktur Operasional BNI Sekuritas Yoga Mulya, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan disiplin perusahaan dalam menjadikan tata kelola sebagai fondasi utama setiap pengambilan keputusan, dengan fokus utama pada tata kelola yang kuat dan mempertahankan kepercayaan investor. Dalam industri pasar modal, tata kelola menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas perusahaan. CGPI yang diselenggarakan oleh Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) bekerja sama dengan majalah SWA telah menjadi acuan nasional dalam menilai kualitas tata kelola perusahaan. Penilaian tersebut mencakup struktur tata kelola, efektivitas proses, serta dampaknya bagi pemangku kepentingan, termasuk kualitas kepemimpinan, pengendalian internal, dan keterbukaan proses bisnis yang mendukung kepercayaan pasar. Sejalan dengan hal tersebut, BNI Sekuritas memastikan setiap pengembangan bisnis dan inisiatif strategis selalu berada dalam kerangka GCG. Proses identifikasi peluang dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi melalui evaluasi risiko, kepatuhan, serta dampak strategis, sehingga perusahaan tetap kompetitif sekaligus resilien di berbagai siklus pasar. Pendekatan ini tercermin dalam transformasi aplikasi BIONS (BNI Sekuritas Innovative Online Trading System) menjadi smart multi-product investing platform. Transformasi dijalankan dengan dukungan tata kelola yang kuat, mencakup aspek kepatuhan, manajemen risiko, dan transparansi kepada nasabah. Yoga juga menjelaskan bahwa sepanjang periode 2024 – 2025, BNI Sekuritas mengadopsi dynamic mindset dengan terus memperkuat fungsi Compliance, Risk Management, dan Internal Audit sebagai bagian dari early warning system internal. Penguatan ini memungkinkan perusahaan melakukan mitigasi risiko secara proaktif, mengantisipasi perubahan regulasi, serta mengidentifikasi peluang yang muncul dari perkembangan industri dan kebutuhan nasabah. Di saat yang sama, perusahaan secara strategis berinvestasi pada penguatan Human Capital dan Teknologi Informasi (TI). Pengembangan infrastruktur TI difokuskan pada peningkatan keamanan siber, percepatan analisis data, serta peningkatan kualitas pengambilan keputusan. Sementara itu, pengembangan talenta adaptif memastikan organisasi mampu membaca sinyal perubahan pasar, mendorong inovasi, dan merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan relevan. “Penghargaan CGPI 2025 menegaskan bahwa tata kelola bukan sekadar kewajiban formal, melainkan fondasi strategi jangka panjang BNI Sekuritas untuk menjaga stabilitas, integritas, dan kepercayaan investor. Dengan prinsip ini, kami siap menghadapi dinamika pasar, mendorong inovasi, dan terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Yoga. ###SELESAI###

Pekanbaru, 22 Januari 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), meresmikan kantor cabang Pekanbaru yang telah dioptimalkan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung geliat positif pasar modal di Provinsi Riau sekaligus meningkatkan pengalaman investasi bagi masyarakat. “Investasi bukan sekadar transaksi, melainkan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan kenyamanan, kepercayaan, dan pendampingan. Renovasi kantor cabang Pekanbaru menjadi wujud nyata komitmen BNI Sekuritas untuk menempatkan Nasabah sebagai fokus utama dalam setiap inovasi layanan,” ujar Teddy Wishadi, Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas. Fokus utama renovasi ini adalah area lounge yang lebih luas, modern, dan nyaman, dirancang sebagai ruang interaksi dan edukasi bagi masyarakat yang ingin memahami pasar modal lebih mendalam. Fasilitas ini juga mendukung program edukasi dan trading on-site, sehingga investor dapat berinteraksi langsung dengan tim BNI Sekuritas untuk memperoleh wawasan lebih lengkap tentang investasi. Teddy mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah investor di Riau menjadi salah satu faktor strategis dalam pembaruan kantor cabang. “Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga September 2025 tercatat 57.736 investor baru dengan nilai transaksi total Rp26,5 triliun. BEI Provinsi Riau juga mencatat investor di Riau telah mencapai 310.000 orang, dengan kontribusi terbesar dari Pekanbaru. Tren ini mendorong kami untuk menghadirkan fasilitas yang mendukung pertumbuhan tersebut,” ungkap Teddy. Selain memperkuat layanan offline, BNI Sekuritas juga terus mengembangkan layanan digital melalui New BIONS, serta program interaktif seperti market update, klinik saham dan trading Bareng tim riset ritel BNI Sekuritas. Kombinasi ini memungkinkan investor memperoleh pendampingan, edukasi, dan informasi pasar yang tepat, baik melalui platform digital maupun layanan langsung di kantor cabang. “Peresmian kantor cabang Pekanbaru diharapkan menjadi momentum untuk mendorong literasi dan inklusi pasar modal di Riau. Kami ingin setiap Nasabah berinvestasi dengan nyaman, percaya diri, dan berdasarkan informasi yang lengkap, sekaligus menumbuhkan budaya investasi jangka panjang di masyarakat,” ujar Teddy. Dengan langkah ini, BNI Sekuritas menegaskan posisinya sebagai mitra strategis bagi investor, mendukung pertumbuhan pasar modal, dan berkontribusi pada peningkatan literasi finansial masyarakat di seluruh Indonesia. ###SELESAI###