bni sekuritas
BNI Sekuritas

Siaran Pers

Indonesia dan Tiongkok Perkuat Sinergi Investasi melalui Strategic Investment Forum

detail info

Jakarta, 21 Oktober 2025 – Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, Indonesia dan Tiongkok menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kerja sama strategis di bidang investasi. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia – China Strategic Investment Forum yang digelar di Jakarta oleh PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) pada beberapa waktu lalu dan dihadiri keynote speaker diantaranya Danantara Indonesia, Kementrian Keuangan, dan Huatai Securities.

Plt. Direktur Utama BNI Sekuritas Vera Ongyono, menjelaskan bahwa forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, termasuk perwakilan keuangan, energi, dan industri, untuk membuka dialog dan berbagi wawasan dalam menghadapi tantangan global bersama. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang dialog terbuka yang menghubungkan perspektif dua negara penting di Asia, membahas peluang investasi untuk agenda pembangunan jangka panjang, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.

Delapan Sektor Prioritas sebagai Pilar Investasi

Danantara Indonesia memaparkan delapan sektor prioritas yang dinilai strategis bagi percepatan ekonomi nasional. Kedelapan sektor tersebut meliputi pertambangan, energi terbarukan, industri digital, layanan kesehatan, jasa keuangan, infrastruktur dan utilitas, kawasan industri dan properti, serta ketahanan pangan.

Pendekatan Danantara berorientasi jangka panjang, sesuai dengan mandat yang tidak hanya menekankan pencapaian imbal hasil, tetapi juga kontribusi terhadap tujuan pembangunan nasional. Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola investasi, tetapi juga sebagai penggerak utama mencapai tujuan pembangunan nasional.

Sektor pertambangan dipilih sebagai titik masuk awal karena dinilai memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan. Meski demikian, Danantara tetap menekankan pentingnya diversifikasi guna membangun portofolio yang seimbang dan adaptif terhadap dinamika global. Setiap optimalisasi aset diharapkan mendorong dividen yang lebih besar untuk kemudian dapat diinvestasikan kembali ke proyek strategis dan komersial.

AI dan Strategi Ekspor Baru Tiongkok

Tiongkok menjalankan strategi ganda dengan mengembangkan produk bernilai tambah tinggi seperti kendaraan listrik dan teknologi canggih, sekaligus mempertahankan produksi barang berbiaya rendah. Pendekatan ini memungkinkan Tiongkok merangkul kedua segmen untuk memperluas pasar dan memperkuat posisinya secara global, menjadi inspirasi bagi negara berkembang dalam menghadapi persaingan global.

Dalam 5–10 tahun ke depan, teknologi terutama AI diprediksi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi dunia. Tiongkok sudah menunjukkan kemajuan lewat inovator seperti DeepSeek dan penguatan sektor obat inovatif, energi terbarukan, serta robotik. AI dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan membantu mengatasi tantangan struktural, dengan tantangan utama memastikan manfaatnya dirasakan merata tanpa memperlebar kesenjangan sosial. Kini, banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk distribusi langsung, efisiensi, dan daya saing global. Transformasi ini membuka peluang kolaborasi dengan negara berkembang seperti Indonesia dan memberi pelajaran penting tentang membangun ekosistem teknologi yang kuat dan inklusif.

Transisi Energi: Momentum Kolaborasi Regional

Salah satu topik lain yang dibahas dalam forum ini adalah urgensi transisi energi, dengan partisipasi dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan LONGi. Para narasumber sepakat bahwa menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan energi bersih memerlukan kolaborasi lintas sektor, mencakup aspek teknologi, investasi, dan regulasi.

Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem energi terbarukan, berkat kekayaan mineral kritis seperti nikel serta potensi besar dari energi surya, angin, dan panas bumi. Transisi energi bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global. Sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, perusahaan seperti BREN dan PGEO terus meningkatkan kapasitas dan investasinya guna mendukung misi tersebut, memperkuat komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi yang berkelanjutan.

Membangun Fondasi Ketahanan Ekonomi Kawasan

Vera menambahkan, diskusi seperti ini menjadi simbol tekad kedua negara untuk memperkuat fondasi kerja sama ekonomi yang tidak hanya saling menguntungkan, tetapi juga menciptakan ketahanan ekonomi kawasan. Dialog yang terbuka, visi investasi jangka panjang, serta komitmen terhadap transisi energi menjadi pilar utama dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

"Kami berharap lahir berbagai inisiatif nyata dan proyek kolaboratif yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan ketahanan kawasan Asia secara keseluruhan,” tutup Vera.

##SELESAI##

Informasi Lainnya

BNI Sekuritas dan BSPL Bertindak sebagai Lead Manager Penerbitan AT1 US$700 Juta BNI
Siaran Pers

BNI Sekuritas dan BSPL Bertindak sebagai Lead Manager Penerbitan AT1 US$700 Juta BNI

Jakarta, 11 Mei 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), melalui anak usahanya BNI Securities Pte. Ltd. (BSPL), hari ini mengumumkan keterlibatannya pada keberhasilan penetapan harga penerbitan surat berharga modal tambahan Additional Tier 1 (AT1) perpetual non-kumulatif yang memenuhi ketentuan Basel III dengan skema Regulation S (Reg S) senilai US$700 juta dan imbal hasil sebesar 7,150% oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI. Transaksi ini menandai pencapaian penting bagi BNI, yang semakin menegaskan posisinya sebagai bank asal Indonesia pertama dan satu-satunya yang menerbitkan instrumen AT1 di pasar offshore, serta bank Indonesia pertama yang melaksanakan penawaran tender secara bersamaan dengan penerbitan AT1 baru. Keberhasilan ini sekaligus melanjutkan momentum positif BNI sejak penerbitan perdana AT1 di pasar internasional pada tahun 2021. Dalam transaksi ini, BSPL, yang didukung oleh BNI Sekuritas, bertindak sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunner, dengan peran sentral dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan transaksi. Cakupan tanggung jawab BSPL dan BNI Sekuritas meliputi koordinasi keseluruhan proses penerbitan, dukungan kepada BNI dalam berkoordinasi dengan penasihat hukum dan pihak profesional terkait, penyusunan serta pengelolaan struktur dan jadwal transaksi, fasilitasi proses pencatatan di Singapore Exchange, serta dukungan terhadap aktivitas pemasaran instrumen kepada investor offshore. SEVP Investment Banking BNI Sekuritas Ikhsan Ramdan, menyampaikan bahwa melalui koordinasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, BSPL dan BNI Sekuritas berhasil memastikan transaksi dapat dieksekusi secara efisien dengan tujuan strategis pendanaan jangka panjang. “Kolaborasi yang erat dengan seluruh pihak terkait memungkinkan transaksi ini terlaksana dengan baik, sekaligus mendukung strategi permodalan jangka panjang BNI,” ujar Ikhsan. Di tengah kondisi pasar global yang masih bergejolak, transaksi ini mencatat hasil yang sangat solid, dengan permintaan investor (orderbook) yang mencapai puncaknya di atas US$2,5 miliar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali dari nilai yang ditawarkan. Capaian tersebut mencerminkan kuatnya dan berkelanjutannya minat investor internasional terhadap instrumen kredit Indonesia yang berkualitas tinggi. Penerbitan AT1 ini dilakukan secara bersamaan dengan penawaran tender harga tetap terbatas (capped fixed-price tender offer) atas surat berharga AT1 BNI yang masih beredar, sebagai bagian dari strategi pengelolaan liabilitas yang proaktif menjelang opsi beli (call option) pada Maret 2027. Dana bersih yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk memperkuat kembali modal AT1 BNI, mendukung kebutuhan pendanaan Bank, memperkokoh struktur permodalan, dan mendorong pertumbuhan kredit. Menutup pernyataannya, Ikhsan menegaskan komitmen BNI Sekuritas untuk terus mendukung para pemangku kepentingan dan nasabah dalam mengakses pasar modal internasional. “BNI Sekuritas berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang para nasabah dan pemangku kepentingan kami,” pungkas Ikhsan. ###SELESAI###

BNI Sekuritas Bertindak sebagai Arranger dalam Merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia Senilai Rp20 Triliun
Siaran Pers

BNI Sekuritas Bertindak sebagai Arranger dalam Merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia Senilai Rp20 Triliun

Jakarta, 08 Mei 2026 – Selama lebih dari 30 tahun, PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam berbagai transaksi pasar modal dan keuangan di Indonesia. Komitmen tersebut kembali tercermin melalui keterlibatan BNI Sekuritas sebagai Sole Arranger dalam penggabungan usaha (merger) antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia), dengan total nilai transaksi lebih dari Rp20 triliun. SEVP Investment Banking BNI Sekuritas, Ikhsan Ramdan, menyampaikan bahwa BNI Sekuritas berperan aktif dalam mendukung keseluruhan proses transaksi, mulai dari perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan merger. “BNI Sekuritas mendukung proses merger ini secara menyeluruh, termasuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan pasar modal dan regulasi yang berlaku. Kami berharap transaksi ini dapat memperkuat industri digital Indonesia dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ikhsan. Moratelindo merupakan salah satu penyedia jaringan fiber optic backbone terbesar di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 2000. Sementara itu, MyRepublic Indonesia, entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (BEI: DSSA), dikenal sebagai salah satu penyedia layanan internet fiber-to-the-home (FTTH) terkemuka dengan lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel. Penggabungan kedua perusahaan ini diharapkan menciptakan sinergi yang kuat untuk memperluas jangkauan layanan internet, meningkatkan kualitas layanan digital, serta memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional. “Merger ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas penetrasi pasar, dan memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan. BNI Sekuritas berkomitmen memastikan transaksi berjalan optimal sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Ikhsan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Maret 2026, Moratelindo telah memperoleh persetujuan untuk merger dengan MyRepublic Indonesia dan transaksi efektif berlaku sejak 22 April 2026. Setelah penggabungan, perusahaan tetap berstatus sebagai perusahaan terbuka dengan nama baru PT Ekamas Mora Republik Tbk. Keterlibatan dalam transaksi strategis ini semakin memperkuat posisi BNI Sekuritas sebagai mitra terpercaya dalam berbagai transaksi korporasi besar di Indonesia. Sepanjang 2025, BNI Sekuritas juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional, antara lain Equity Deal of the Year – Indonesia dan Best Islamic Finance Sukuk House in Indonesia dari Asian Banking & Finance, Indonesia’s Best Investment Bank for Equity Capital Market (ECM) dari Euromoney, serta Best Investment Bank dan Best M&A House in Indonesia dari Alpha Southeast Asia. ###SELESAI###

Peduli Pendidikan, BNI Sekuritas Dukung Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Siaran Pers

Peduli Pendidikan, BNI Sekuritas Dukung Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Jakarta, 30 April 2026 – Sebagai bagian dari komitmen terhadap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas atau Perusahaan) secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Emmanuel dalam program Technology Integration in Education Programme (TIEP), pelatihan teknis bagi pimpinan sekolah dan guru untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi implementasi pembelajaran berbasis “Deep Learning”, Coding dan Artificial Intelligence. Hadir pada acara penutup rangkaian program (closing ceremony) TIEP Angkatan I yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026 di kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yaitu Nicodemus F. Apthioman, SVP Finance & Strategy BNI Sekuritas, Sarjoko selaku Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan pimpinan sekolah Jakarta Intercultural School, Mentari Intercultural School Jakarta, Mentari Intercultural School Bintaro dan Beacon Academy. SVP Finance & Strategy BNI Sekuritas, Nicodemus F. Aphtioman mengatakan, “Melalui Technology Integration in Education Programme (TIEP), BNI Sekuritas berkolaborasi dengan Yayasan Emmanuel, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta sekolah-sekolah terkemuka seperti JIS, Mentari Intercultural School, dan Beacon Academy untuk membekali para guru di sekolah negeri dengan kemampuan mengintegrasikan teknologi, coding, dan AI ke dalam proses pembelajaran.” Ia menambahkan, “Sebagai perusahaan di industri keuangan, kami sehari-hari berhadapan dengan data, analitik, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kami meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah investasi pada generasi penerus bangsa dan pendidikan di Indonesia.” Chairman Yayasan Emmanuel, Esther Witjaksana, menjelaskan bahwa program yang diselenggarakan bersama BNI Sekuritas ini melibatkan setidaknya 60 guru dan kepala sekolah dari 6 sekolah, inisiatif ini berpotensi memberikan dampak kepada sekitar 1.900 siswa, yang berasal dari SDN Gambir 01, SLB Ulaka Penca, SDN Cempaka Baru 07, SDN Kedaung Kaliangke 03, SDN Srengseng Sawah 07 dan SDN Kembangan Utara 07. Peserta program TIEP, Ibu Darmiati Umar, Kepala Sekolah dari SDN Cempaka Baru 07, menyatakan, “Program TIEP sangat membantu proses belajar mengajar di sekolah. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan AI dan aplikasi Star Chart untuk menampilkan visualisasi alam semesta dan susunan tata surya, yang membuat murid-murid kami semakin antusias dan kagum.” Selain itu, pada awal 2026 BNI Sekuritas juga mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, bekerja sama dengan self-regulatory organizations (SRO) pasar modal serta para pelaku industri. Program TJSL BNI Sekuritas telah diselenggarakan secara berkelanjutan didukung oleh 3 pilar, yaitu: literasi dan inklusi keuangan, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. #SELESAI#