Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Jakarta, 21 Oktober 2025 – Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, Indonesia dan Tiongkok menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kerja sama strategis di bidang investasi. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia – China Strategic Investment Forum yang digelar di Jakarta oleh PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) pada beberapa waktu lalu dan dihadiri keynote speaker diantaranya Danantara Indonesia, Kementrian Keuangan, dan Huatai Securities.
Plt. Direktur Utama BNI Sekuritas Vera Ongyono, menjelaskan bahwa forum ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, termasuk perwakilan keuangan, energi, dan industri, untuk membuka dialog dan berbagi wawasan dalam menghadapi tantangan global bersama. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang dialog terbuka yang menghubungkan perspektif dua negara penting di Asia, membahas peluang investasi untuk agenda pembangunan jangka panjang, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.
Delapan Sektor Prioritas sebagai Pilar Investasi
Danantara Indonesia memaparkan delapan sektor prioritas yang dinilai strategis bagi percepatan ekonomi nasional. Kedelapan sektor tersebut meliputi pertambangan, energi terbarukan, industri digital, layanan kesehatan, jasa keuangan, infrastruktur dan utilitas, kawasan industri dan properti, serta ketahanan pangan.
Pendekatan Danantara berorientasi jangka panjang, sesuai dengan mandat yang tidak hanya menekankan pencapaian imbal hasil, tetapi juga kontribusi terhadap tujuan pembangunan nasional. Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola investasi, tetapi juga sebagai penggerak utama mencapai tujuan pembangunan nasional.
Sektor pertambangan dipilih sebagai titik masuk awal karena dinilai memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan. Meski demikian, Danantara tetap menekankan pentingnya diversifikasi guna membangun portofolio yang seimbang dan adaptif terhadap dinamika global. Setiap optimalisasi aset diharapkan mendorong dividen yang lebih besar untuk kemudian dapat diinvestasikan kembali ke proyek strategis dan komersial.
AI dan Strategi Ekspor Baru Tiongkok
Tiongkok menjalankan strategi ganda dengan mengembangkan produk bernilai tambah tinggi seperti kendaraan listrik dan teknologi canggih, sekaligus mempertahankan produksi barang berbiaya rendah. Pendekatan ini memungkinkan Tiongkok merangkul kedua segmen untuk memperluas pasar dan memperkuat posisinya secara global, menjadi inspirasi bagi negara berkembang dalam menghadapi persaingan global.
Dalam 5–10 tahun ke depan, teknologi terutama AI diprediksi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi dunia. Tiongkok sudah menunjukkan kemajuan lewat inovator seperti DeepSeek dan penguatan sektor obat inovatif, energi terbarukan, serta robotik. AI dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan membantu mengatasi tantangan struktural, dengan tantangan utama memastikan manfaatnya dirasakan merata tanpa memperlebar kesenjangan sosial. Kini, banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk distribusi langsung, efisiensi, dan daya saing global. Transformasi ini membuka peluang kolaborasi dengan negara berkembang seperti Indonesia dan memberi pelajaran penting tentang membangun ekosistem teknologi yang kuat dan inklusif.
Transisi Energi: Momentum Kolaborasi Regional
Salah satu topik lain yang dibahas dalam forum ini adalah urgensi transisi energi, dengan partisipasi dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan LONGi. Para narasumber sepakat bahwa menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan energi bersih memerlukan kolaborasi lintas sektor, mencakup aspek teknologi, investasi, dan regulasi.
Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem energi terbarukan, berkat kekayaan mineral kritis seperti nikel serta potensi besar dari energi surya, angin, dan panas bumi. Transisi energi bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global. Sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, perusahaan seperti BREN dan PGEO terus meningkatkan kapasitas dan investasinya guna mendukung misi tersebut, memperkuat komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi yang berkelanjutan.
Membangun Fondasi Ketahanan Ekonomi Kawasan
Vera menambahkan, diskusi seperti ini menjadi simbol tekad kedua negara untuk memperkuat fondasi kerja sama ekonomi yang tidak hanya saling menguntungkan, tetapi juga menciptakan ketahanan ekonomi kawasan. Dialog yang terbuka, visi investasi jangka panjang, serta komitmen terhadap transisi energi menjadi pilar utama dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
"Kami berharap lahir berbagai inisiatif nyata dan proyek kolaboratif yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan ketahanan kawasan Asia secara keseluruhan,” tutup Vera.
##SELESAI##

Di tengah banjir informasi pasar yang tiada henti, tantangan terbesar investor bukan lagi kekurangan data, melainkan kelebihan informasi. Setiap hari, berita, analisis, dan opini bisa membuat investor kewalahan, bahkan memicu keputusan impulsif. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menekankan bahwa investasi yang sehat bukan tentang reaksi tercepat, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar-benar relevan sambil tetap tenang. “Tidak semua informasi pasar perlu reaksi. Investor dapat memilih mana yang berdampak nyata pada portofolio mereka dan mana yang hanya mengganggu ketenangan,” ujar Teddy. Menurut Teddy, investor sebaiknya mampu membedakan antara signal dan noise: “Signal adalah informasi yang berdampak nyata pada nilai investasi, seperti kinerja keuangan perusahaan, kebijakan suku bunga, atau data ekonomi utama. Noise hadir dalam bentuk berita sensasional, fluktuasi harga jangka pendek, atau opini spekulatif yang viral namun minim dasar. Terlalu sering terpapar noise hanya menguras energi dan mendorong reaksi emosional,” jelas Teddy. Baik bagi investor jangka panjang maupun jangka pendek, kemampuan untuk tetap tenang sama pentingnya dengan kemampuan untuk bertindak. Karena itu, berikut beberapa strategi agar tetap update tanpa stres: Menata Akses Informasi Baik investor jangka panjang maupun jangka pendek perlu menata akses informasi dengan fokus pada hal yang benar-benar relevan. Investor jangka panjang sebaiknya memprioritaskan arah ekonomi, kebijakan makro, dan fundamental emiten. Sementara investor jangka pendek biasanya lebih membutuhkan insight terkait sentimen pasar, volume transaksi, level teknikal, serta agenda penting seperti rilis data ekonomi atau aksi korporasi. Meski berbeda pendekatan, keduanya tetap perlu fokus dan menghindari tren viral yang belum tentu sejalan dengan strategi, serta mengandalkan sumber informasi yang kredibel dan berbasis data. Teknologi untuk Efisiensi dan Kendali Investasi BNI Sekuritas menegaskan bahwa teknologi dirancang untuk membantu investor berinvestasi secara lebih terarah dan efisien, bukan semakin sibuk. Melalui platform investasi seperti New BIONS by BNI Sekuritas, baik trader aktif maupun investor jangka panjang dapat mengakses data harga, berita terkurasi, kalender ekonomi, hingga pemantauan portofolio dalam satu ekosistem terintegrasi. Aplikasi juga dilengkapi notifikasi dan ringkasan informasi yang memungkinkan tetap update tanpa harus memantau pasar sepanjang hari. Investasi Butuh Ritme, Bukan 24/7 Investor jangka pendek dapat menentukan waktu tertentu untuk memantau pasar dan mengeksekusi strategi, sementara investor jangka panjang cukup melakukan evaluasi portofolio secara berkala. Di luar itu, aktivitas bisa tetap berjalan normal, karena investasi bukan kegiatan nonstop, melainkan perjalanan berirama dengan porsi waktu yang jelas untuk analisis, eksekusi, dan refleksi. Sumber Tepercaya adalah Kunci Gunakan informasi dari website perusahaan, analis profesional, atau platform sekuritas resmi untuk meminimalkan risiko noise. Seperti halnya New BIONS by BNI Sekuritas dimana Nasabah dapat memperoleh akses ke analisis dari analis ritel berpengalaman, berita emiten, video serta artikel edukatif. Selain itu, BNI Sekuritas juga memiliki program edukatif seperti Morning Investview dan Live Trading yang dirancang untuk memberikan insight berkualitas sesuai dengan gaya investasi masing-masing. Tenang adalah Strategi Investor jangka pendek maupun jangka panjang, tidak perlu menanggapi semua berita dengan transaksi. Jika suatu informasi tidak mengubah dasar strategi atau rencana trading, bersikap tenang sering kali menjadi keputusan terbaik, karena palda akhirnya yang konsisten bukanlah yang paling reaktif, melainkan yang paling disiplin dalam menyaring signal dan mengabaikan noise. “BNI Sekuritas percaya bahwa investasi berkelanjutan dibangun dari disiplin, pemahaman, dan pengelolaan emosi, bukan reaksi sesaat terhadap noise pasar. Menjadi investor yang up-to-date tidak berarti selalu online. Dengan kemampuan memilah signal dan noise, menata rutinitas, dan memanfaatkan teknologi secara bijak, investor tetap dekat dengan pasar tanpa kehilangan ketenangan,” tutup Teddy. ###SELESAI###

PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) menyediakan produk dan layanan berbasis prinsip syariah islam untuk Nasabah dapat berinvestasi di pasar modal syariah dan menikmati kemudahan transaksi produk syariah secara online. Jenis instrumen syariah yang dapat dibeli melalui New BIONS by BNI Sekuritas adalah saham syariah, reksa dana syariah, sukuk (obligasi syariah), Exchange Traded Fund (ETF) syariah, serta Efek Beragun Aset (EBA) syariah. Populasi penduduk Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 287 juta jiwa. Sekitar 87% dari total populasi tersebut beragama Islam, setara dengan kurang lebih 250 juta jiwa. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa jumlah total investor pasar modal Indonesia per Januari 2026 mencapai sekitar 21 juta orang berdasarkan Single Investor Identification (SID). Dari angka tersebut, perkembangan investor saham syariah menunjukkan tren positif; jumlah investor syariah tercatat 207.834 investor per Oktober 2025. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menyampaikan, “Melihat potensi tersebut, terlebih dalam momentum Ramadan yang penuh makna ini, BNI Sekuritas memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di pasar modal syariah melalui layanan aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas. Kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat bagi semakin banyak investor pasar modal Indonesia yang ingin berkembang dalam berinvestasi sekaligus meraih keberkahan melalui investasi syariah.” Ia menambahkan, “BNI Sekuritas berharap nasabah dan masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah dalam berinvestasi di pasar modal. Hal ini menjadi wujud komitmen kami untuk senantiasa menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia.” Melalui New BIONS by BNI Sekuritas, kami berkomitmen untuk terus memperluas akses investasi syariah yang inklusif, transparan, dan sesuai prinsip Islam. Momentum Ramadan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa investasi bukan hanya tentang pertumbuhan finansial, tetapi juga tentang menghadirkan nilai keberkahan dan keberlanjutan dalam setiap langkah perencanaan keuangan. ###SELESAI###

Jakarta, 19 Februari 2026 — PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) kembali menunjukan prestasinya dengan meraih dua penghargaan pada ajang 19th Annual Deal & Solution and ESG Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Alpha Southeast Asia di Singapura, Kamis (12/2). Dalam ajang tersebut, BNI Sekuritas dinobatkan sebagai “Best Sovereign Sukuk & Best Social Bonds in Asia 2025” dan “Best Mid-Cap Equity Deal of The Year in Indonesia 2025”. Hadir mewakili BNI Sekuritas, SEVP Investment Banking, Ikhsan Ramdan, menyatakan bahwa penghargaan yang diberikan oleh Alpha Southeast Asia ini merupakan bukti komitmen BNI Sekuritas dalam menangani transaksi pasar modal yang menantang dan strategis, baik di instrumen pendanaan berkelanjutan, maupun transaksi ekuitas emiten berkapitalisasi menengah di Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan yang telah diberikan. BNI Sekuritas terus berupaya untuk menyediakan solusi investasi dan pembiayaan yang kredibel, inovatif, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan pasar modal nasional melalui transaksi sovereign-related sukuk, social bonds, dan pengembangan emiten mid-cap yang berkualitas,” ujar Ikhsan. Penghargaan Best Sovereign Sukuk & Best Social Bonds in Asia 2025 diberikan kepada BNI Sekuritas atas perannya sebagai joint lead underwriter dalam penerbitan obligasi sosial dan sukuk mudharabah PT Pegadaian dengan total nilai transaksi sebesar Rp4,46 triliun, yang mendukung penguatan pembiayaan berkelanjutan di pasar domestik berbasis prinsip syariah dan sosial. Selanjutnya, penghargaan Best Mid-Cap Equity Deal of The Year in Indonesia 2025 memperkuat posisi BNI Sekuritas sebagai mitra yang andal dalam transaksi pasar ekuitas berskala besar, melalui perannya sebagai salah satu lead underwriter pada penawaran umum perdana (IPO) PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan nilai transaksi sebesar Rp2,37 triliun. Transaksi ini mencerminkan kapabilitas BNI Sekuritas dalam mengeksekusi transaksi ekuitas bernilai signifikan, menarik minat investor domestik dan global, serta berkontribusi pada penguatan daya tarik pasar modal Indonesia. Ikhsan menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendekatan disiplin dan terintegrasi untuk memperkuat kepercayaan investor, serta pemahaman yang lebih tajam atas dinamika pasar dan kebutuhan klien. “Kami menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi untuk mengoptimalkan solusi pasar modal secara berkelanjutan,” jelas Ikhsan. Langkah ini sejalan dengan visi BNI Sekuritas untuk menjadi perusahaan perbankan investasi dan pialang sekuritas paling terkemuka dari Indonesia, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air. ###SELESAI###