bni sekuritas
BNI Sekuritas

Siaran Pers

BNI Sekuritas Buktikan Kinerja Unggul dengan Raih Penghargaan di 2 Ajang Bergengsi Internasional

detail info

Jakarta, 27 Maret 2024 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) dengan bangga mengumumkan pencapaian gemilangnya dalam dua ajang internasional terkemuka, yaitu Asiamoney Brokers Poll 2023 dan The Asset Triple A Sustainable Finance Awards 2024. Pengakuan dari ajang internasional ini sejalan dengan langkah BNI Sekuritas yang semakin menegaskan visinya untuk menjadi perusahaan perbankan investasi dan pialang sekuritas paling terkemuka dari Indonesia.

Dalam Asiamoney Brokers Poll 2023, BNI Sekuritas berhasil meraih peringkat kedua di empat kategori bergengsi, termasuk Best Domestic Brokerages in Indonesia, Best Domestic Brokerages for Research in Indonesia, Best Domestic Brokerages for Sales in Indonesia, dan Most Transformed Brokerages in Indonesia. Sementara itu, dalam The Asset Triple A Sustainable Finance Awards 2024, BNI Sekuritas memenangkan penghargaan Best Green Bond - Financial Institution.

Asiamoney Brokers Poll adalah salah satu penghargaan terkemuka di tingkat global untuk industri sekuritas yang sangat dihormati karena keakuratannya dan independensinya. Setiap tahun, Asiamoney mengundang investor institusional dari seluruh dunia untuk menilai perusahaan sell-side brokerage mereka. Sedangkan The Asset Triple A adalah pengakuan yang paling bergengsi dalam industri perbankan, keuangan, treasury, dan pasar modal. Proses seleksinya melibatkan konsultasi dengan penerbit dan investor serta menggunakan kriteria seleksi yang ketat.

Direktur Institutional Markets BNI Sekuritas Vera Ongyono mengapresiasi penghargaan yang diberikan baik oleh Asiamoney Brokers Poll 2023 maupun The Asset Triple A Sustainable Finance Awards 2024. Penghargaan ini merupakan pengakuan bagi BNI Sekuritas sekaligus motivasi untuk terus berprestasi dalam meningkatkan kualitas, layanan, keandalan dan inovasi dalam mendampingi Nasabah mencapai tujuan finansial mereka.

Bagi BNI Sekuritas, masing-masing penghargaan memiliki arti tersendiri, seperti halnya Best Best Domestic Brokerages for Research in Indonesia dan Best Domestic Brokerages for Sales in Indonesia, yang dimana dua penghargaan ini membuktikan kualitas dan keandalan dari tim riset dan performa tim Institutional Markets BNI Sekuritas dalam industri pasar modal.

“Setiap harinya, tim riset kami secara konsisten aktif memberikan informasi tentang pasar modal yang akurat dan komprehensif, serta bernilai tinggi bagi para Nasabah. Sedangkan dari sisi Institutional Markets, tahun 2023 ini banyak sekali perubahan dan perbaikan yang dilakukan hingga menghasilkan pertumbuhan revenue mencapai triple digits,” jelas Vera.

Kategori lain seperti Best Domestic Brokerages in Indonesia dan Most Transformed Brokerages in Indonesia sejalan dengan komitmen BNI Sekuritas yang pada tahun ini fokus melakukan transformasi perusahaan, juga menegaskan bahwa BNI Sekuritas terus berinovasi, berkembang untuk memberikan yang terbaik bagi Nasabah.

Dalam The Asset Triple A Sustainable Finance 2024, kategori Best Green Bond - Financial Institution menjadi bukti nyata bahwa BNI Sekuritas terus berinovasi, menghasilkan transaksi terbaik, dan memiliki Sumber Daya Manusia yang siap untuk membuat perbedaan.

“Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh Nasabah, klien, mitra, serta stakeholder. BNI Sekuritas juga percaya bahwa dedikasi para karyawan memiliki peran penting dalam menguatkan posisi perusahaan sebagai perusahaan perbankan investasi dan pialang sekuritas paling terkemuka dari Indonesia. Hal ini terbukti dengan beberapa karyawan BNI Sekuritas yang berhasil masuk ke dalam peringkat pada Asiamoney Brokers Poll 2023 dalam berbagai kategori,” tutup Vera.

Para analis BNI Sekuritas masuk ke dalam peringkat top 3 di berbagai sektor, termasuk Best Strategist, Best Analysts for Thematic Strategy, Agriculture, Banks, Consumer Discretionary, Consumer Staples, Energy, ESG, Financials, Health Care, Media, Real Estate, Best Research Team for Small/Mid Caps, Best Research Team for Transportation, Best Quantitative/Technical Analysis Team, Best for Corporate Access, dan kategori lainnya.

###SELESAI###

 

Informasi Lainnya

6 Hal yang Bisa Dilakukan oleh Investor untuk Hadapi Krisis Ekonomi
Siaran Pers

6 Hal yang Bisa Dilakukan oleh Investor untuk Hadapi Krisis Ekonomi

Dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik, PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) menekankan pentingnya pembelajaran bagi para investor dan calon investor dalam menghadapi dampak yang terjadi. Pasalnya, tindakan politik, perubahan regulasi, sengketa perdagangan, dan ketegangan antarnegara dapat menciptakan ketidakstabilan di pasar keuangan.

SEVP Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan pembelajaran dari krisis ekonomi masa lalu menjadi modal berharga bagi investor, seperti krisis ekonomi di Asia pada tahun 1997 hingga 1998 yang berdampak luas, termasuk di Indonesia, serta krisis ekonomi Argentina tahun 2024 yang menyebabkan peningkatan pengangguran, penurunan daya beli, dan meningkatnya ketidakpastian sosial pada negara tersebut.

Teddy menambahkan, dari pengalaman ini kita ketahui perubahan geopolitik tiba-tiba dapat merusak stabilitas pasar keuangan, memicu inflasi signifikan, dan gejolak sosial. Oleh karena itu, pemahaman akan sejarah dan kesiapan untuk menghadapi potensi krisis serupa diperlukan oleh investor dan calon investor.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu investor mengelola investasi apabila krisis ekonomi terjadi:

1. Diversifikasi Portofolio Investasi
Salah satu kunci utama dalam menghadapi krisis adalah diversifikasi. Saat krisis ekonomi ataupun tidak, investor sebaiknya menaruh investasi di berbagai instrumen saham dan di berbagai industri. Diversifikasi diharapkan dapat mengatasi kerugian yang terjadi apabila salah satu instrumen atau industri tidak dalam performa terbaiknya. Diversifikasi membantu mengurangi risiko karena tidak semua aset akan terpengaruh secara negatif pada saat yang sama.

2. Fokus pada Investasi Jangka Panjang
Saat terjadi krisis ekonomi, kemungkinan besar beberapa sektor industri akan turun nilai sahamnya. Investor diharapkan untuk tidak segera panik dan terkena godaan untuk menjual aset. Pasalnya, pasar akan pulih seiring waktu. Setelah krisis ekonomi 1997-1998, pemulihan pasar saham di Indonesia berlangsung secara bertahap. Pada awal 2000-an, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang stabil. IHSG kembali mencapai level pra-krisis pada pertengahan dekade 2000-an dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2007, IHSG mencapai rekor tertinggi baru yang melampaui level sebelum krisis.

3. Pertimbangkan Investasi dalam Aset Defensif
Saat krisis, beberapa sektor seperti kebutuhan pokok, kesehatan, dan utilitas cenderung lebih stabil dibandingkan sektor lain. Investasi dalam aset defensif ini bisa memberikan perlindungan tambahan terhadap volatilitas pasar. Investor dapat mempertimbangkan obligasi pemerintah yang juga dianggap sebagai safe haven selama periode ketidakpastian ekonomi.

4. Siapkan Dana Darurat
Selain berinvestasi, investor disarankan untuk mempersiapkan dana darurat yang bersifat likuid seperti contoh uang tunai. Hal ini berguna untuk berjaga-jaga apabila krisis terjadi, dana tersebut dapat menjadi bantalan finansial jika terjadi penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan. Sehingga, investor tidak harus secara gegabah menjual aset investasi di saat nilai mereka sedang rendah.

5. Manfaatkan Kesempatan dalam Krisis
Selain bersiap untuk mempertahankan nilai investasi yang dimiliki, pada saat krisis investor juga memiliki peluang investasi yang mungkin tidak selalu muncul pada waktu normal. Misalnya, aset berkualitas yang dijual dengan harga lebih rendah daripada biasanya. Investor dapat menggunakan dana darurat untuk mempertimbangkan membeli aset yang undervalued. Namun, jangan terburu-buru memutuskan. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

6. Tetap Terinformasi dan Beradaptasi
Informasi adalah kunci dalam menghadapi krisis. Tetaplah mengikuti perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi pasar. Tinjau kinerja keuangan, prospek bisnis, manajemen, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi nilai saham. Informasi dapat diperoleh dari situs web perusahaan, liputan media, atau rekomendasi tim riset. Misalnya, tim riset Ritel BNI Sekuritas melalui program Morning Investview yang memberikan pandangan bagi investor setiap harinya. Dengan pemahaman yang baik terhadap fundamental perusahaan, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih berdasarkan analisis yang objektif.

“Dengan menerapkan strategi-strategi ini, investor diharapkan dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian dan melindungi investasinya dari dampak krisis ekonomi. BNI Sekuritas melalui BIONS (BNI Sekuritas Innovative Online trading Systems) berupaya menjadi partner investasi bagi setiap Nasabah dan mendukung mereka untuk dapat mencapai kemerdekaan finansialnya, termasuk dalam merancang strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing,” tutup Teddy.

####

BNI Sekuritas Raih Penghargaan Internasional The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2024
Siaran Pers

BNI Sekuritas Raih Penghargaan Internasional The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2024

Jakarta, 25 Juni 2024 - PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) dengan bangga mengumumkan prestasi terbarunya dalam ajang internasional bergengsi, The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2024. BNI Sekuritas berhasil meraih penghargaan "Renewable Energy Deal of the Year" atas perannya sebagai Underwriter dalam penerbitan obligasi berwawasan lingkungan (Green Bond) pertama dari perusahaan swasta, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), dengan total nilai penerbitan mencapai Rp339,89 Miliar.

The Asset adalah pengakuan yang paling bergengsi dalam industri perbankan, keuangan, treasury, dan pasar modal. Melalui penghargaan Sustainable Infrastructure Awards 2024, The Asset memberikan penghormatan bagi lembaga-lembaga di Asia terhadap kontribusi mereka, mengingat saat ini Asia menghadapi kebutuhan besar akan infrastruktur yang membutuhkan kerjasama antara sektor publik dan swasta. Infrastruktur vital untuk pembangunan ekonomi, dengan tantangan dalam pengembangan proyek bankable dan kesepakatan pasar modal.

Mengutip dari The Asset, Bank Pembangunan Asia memperkirakan kebutuhan infrastruktur di Asia Pasifik mencapai lebih dari US$22,6 triliun hingga 2030, atau sekitar US$1,5 triliun per tahun, naik menjadi lebih dari US$26 triliun dengan biaya adaptasi iklim. Proyek-proyek infrastruktur terbarukan di Asia mendorong pembiayaan yang mempertimbangkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Direktur Investment Banking BNI Sekuritas Nieko Kusuma mengatakan bahwa pengakuan ini menjadi bukti nyata atas komitmen BNI Sekuritas selama ini untuk mendukung proyek-proyek energi terbarukan yang berkelanjutan di Indonesia. BNI Sekuritas telah memiliki pengalaman ekstensif sebagai Underwriter dan memainkan peran penting dalam mendukung investasi di sektor ini. BNI Sekuritas meyakini bahwa implementasi prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG) akan membuat industri pasar modal semakin menarik bagi para investor maupun korporasi dalam alternatif investasi dan pendanaan di pasar modal.

“Ini adalah penawaran obligasi berwawasan lingkungan perdana oleh PT Arkora Hydro Tbk, yang hasilnya digunakan untuk refinancing fasilitas pinjaman yang dimiliki penerbit dan untuk mengembangkan proyek-proyek baru. Penerbitan ini didukung oleh jaminan kredit parsial yang diperpanjang oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), yang memungkinkan penerbit untuk mendapatkan peringkat kredit idA dari Pefindo,” jelas Nieko.

Sampai dengan pertengahan tahun 2024, BNI Sekuritas kembali terlibat sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi berwawasan lingkungan yang diterbitkan oleh perusahaan swasta yaitu PT OKI Pulp & Paper Mills (OKI). OKI berhasil menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan I Green Bond Tahap III dan Tahap IV masing-masing sebesar Rp114 miliar pada akhir Maret 2024 dan Rp200 miliar pada akhir Mei 2024. 

“Kami berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi BNI Sekuritas untuk terus berinovasi dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif yang lebih signifikan bagi pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia terutama melalui pendanaan pasar modal,” tutup Nieko.

####

BNI Sekuritas Ajak Investor Kenali Risiko Investasi Saham
Siaran Pers

BNI Sekuritas Ajak Investor Kenali Risiko Investasi Saham

Investasi menjadi salah satu cara bagi individu untuk dapat mencapai tujuan finansial atau kemerdekaan finansial di hidupnya. Salah satu instrumen investasi yang dapat diikuti adalah investasi saham. Investasi saham merupakan instrumen investasi yang masuk ke dalam kategori instrumen investasi high risk high return.

SEVP Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi menyampaikan investasi saham, meskipun menawarkan potensi pengembalian yang tinggi, juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, dianjurkan bagi para investor dan calon investor untuk dapat mengenali risiko investasi saham agar mereka dapat membangun portofolio yang sehat dan berkelanjutan.

Menurut Teddy, terdapat 7 risiko investasi saham yang perlu diketahui di bawah ini:

1. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi ketika suatu aset, seperti saham, sulit untuk dibeli atau dijual dengan cepat tanpa mempengaruhi harga pasar secara signifikan. Risiko ini muncul karena kurangnya minat dari investor atau terbatasnya likuiditas (kelancaran transaksi) pada aset tertentu. Dalam konteks saham, risiko likuiditas bisa menyebabkan penurunan harga jual karena ada sedikit pembeli yang bersedia membeli saham tersebut, sehingga investor mungkin harus menjual saham dengan harga yang lebih rendah dari yang diharapkan.

Teddy menjelaskan bahwa salah satu contoh saham yang sering kali memiliki risiko likuiditas tinggi adalah saham gorengan. Saham ini memiliki fundamental yang kurang baik namun mengalami fluktuasi tidak rasional karena adanya manipulasi pasar yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

2. Risiko Forced Delisting

Risiko Forced Delisting adalah situasi di mana sebuah perusahaan dipaksa untuk menghapus sahamnya dari bursa efek. Hal ini menyebabkan investor dapat kehilangan nilai investasi karena saham perusahaan yang terpaksa delisting mungkin akan mengalami penurunan nilai atau menjadi tidak likuid.

“Berdasarkan Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00006/BEI.PP3/05-2023 tanggal 8 Mei 2023, BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila mengalami kondisi atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha emiten, baik secara finansial maupun secara hukum. Oleh karena itu, penting bagi tiap investor untuk melakukan riset menyeluruh tentang perusahaan yang akan kita investasikan,” jelas Teddy.

3. Risiko Capital Loss

Risiko Capital Loss adalah risiko di mana nilai investasi seseorang menurun dari harga beli awalnya. Hal ini terjadi ketika harga aset, seperti saham atau obligasi, turun di bawah harga beli investor. Risiko ini umumnya terjadi karena fluktuasi pasar yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, atau peristiwa berita. 

“Sebagai contoh, terdapat situasi di mana saham menjadi terlalu populer sehingga harganya melonjak drastis dalam waktu singkat, semata karena sektor tersebut sedang trendi, meskipun perusahaan belum menghasilkan keuntungan. Saham semacam itu rentan mengalami penurunan yang signifikan jika harapan pertumbuhannya tidak terwujud. Konsekuensinya adalah investor dapat mengalami kerugian finansial jika mereka harus menjual aset dengan harga lebih rendah dari harga pembelian mereka,” jelas Teddy.

4. Risiko Pasar (Systematic Risk)

Risiko pasar pada investasi saham merujuk pada fluktuasi harga saham yang disebabkan oleh perubahan kondisi pasar secara keseluruhan. Risiko ini tidak dapat dihindari dan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, suku bunga, sentimen investor, dan peristiwa politik. 

Menurut Teddy, diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi kerugian dan melindungi nilai investasi dari dampak negatif yang mungkin timbul akibat fluktuasi pasar.

5. Risiko Tidak Sistematis (Unsystematic Risk)

Risiko Tidak Sistematis (Unsystematic Risk) dalam konteks investasi saham adalah risiko yang bersifat spesifik bagi suatu perusahaan atau aset tertentu, dan tidak terkait dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan. Risiko ini dapat dianggap sebagai risiko idiosinkratis yang dapat dikelola atau diatasi melalui diversifikasi portofolio.

“Sama halnya dengan risiko pasar, investor dapat mengelola risiko ini dengan cara diversifikasi portfolio,” tambah Teddy.

6. Risiko Inflasi

Risiko inflasi dalam investasi saham adalah potensi penurunan daya beli karena kenaikan tingkat inflasi. Inflasi dapat menyebabkan penurunan nilai riil, pendapatan dividen, dan kinerja pasar saham.

Teddy mengatakan bahwa beberapa sektor mungkin lebih rentan terhadap risiko inflasi daripada yang lain. Misalnya, sektor utilitas yang biasanya memiliki struktur harga yang diatur oleh pemerintah mungkin tidak dapat menyesuaikan harga jual mereka secara cepat dengan tingkat inflasi, yang dapat mengurangi profitabilitas mereka dan mempengaruhi harga saham.

7. Risiko Kebangkrutan

Risiko kebangkrutan adalah kemungkinan perusahaan tidak dapat membayar hutang atau kewajiban keuangannya. Risiko ini dapat berdampak negatif pada nilai saham dan menyebabkan kerugian bagi investor. Penyebabnya dapat meliputi kinerja buruk, manajemen yang tidak efisien, hutang berlebihan, atau persaingan industri.

“Investor diharapkan dapat menilai keberlangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang agar dapat terhindar dari risiko ini. Pasalnya, saham dari perusahaan yang gagal beradaptasi dengan perubahan dalam industri atau pasar yang lebih luas memiliki risiko kebangkrutan yang lebih tinggi,” ungkap Teddy.

"Melalui pemahaman yang mendalam mengenai risiko-risiko investasi saham dan pengelolaannya, para investor dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan terinformasi. BNI Sekuritas dengan platform multi investasi BIONS (BNI Sekuritas Innovative Online trading Systems) berkomitmen untuk terus memberikan konten edukasi seperti Morning Investview, webinar gratis, trading bareng, hingga analisis dan rekomendasi saham setiap hari. BIONS berupaya menjadi teman bagi para Nasabahnya untuk menemukan instrumen mana yang sesuai dengan mereka. Hal ini merupakan bentuk dukungan BNI Sekuritas kepada Nasabah dalam meraih keberhasilan finansial mereka,” tutup Teddy.