Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Hak Cipta © 2023 PT BNI Sekuritas merupakan perusahaan anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk


Dalam beberapa hari terakhir, pasar modal bergerak fluktuatif, ditandai lonjakan volatilitas IHSG, trading halt beruntun, dan tekanan dari sentimen global. Hal tersebut dipicu salah satunya karena aliran dana asing dan pergerakan indeks MSCI, yang kemudian membuat banyak investor ritel semakin berhati-hati dan menyesuaikan strategi investasi agar portofolio terkelola dengan baik. PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) memahami bahwa kekhawatiran di tengah pasar yang bergejolak adalah hal yang wajar. “Banyak investor bertanya-tanya, ‘Apakah saya berinvestasi di waktu yang tepat?’ atau ‘Perlukah saya menyesuaikan langkah sebelum koreksi berlanjut?’ Pemikiran itu normal dan menunjukkan perhatian tinggi terhadap pengelolaan nilai investasi mereka,” ujar Teddy Wishadi, Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas. Meski pasar dapat mengalami koreksi, sejarah menunjukkan bahwa IHSG mampu pulih setelah fase koreksi signifikan. "Sebagai contoh, pada krisis keuangan 2008, IHSG sempat anjlok 58% dari peaknya dan kembali naik 77% dalam 6 bulan dan 113% dalam 12 bulan setelah mencapai bottom. Kemudian saat taper tantrum 2013, indeks terkoreksi 24% dari peaknya dan pulih 16% dalam 6 bulan dan 31% dalam 12 bulan setelah mencapai bottomnya. Lalu saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020, IHSG turun 33% dari peaknya, tapi recover 24% dalam 6 bulan dan 59% dalam 12 bulan sejak capai bottom,” jelas Teddy Menurut Teddy, pergerakan IHSG merupakan refleksi dari dinamika sentimen pasar yang bersifat jangka pendek. Volatilitas seperti ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar. Berikut adalah hal yang dapat dilakukan oleh investor saat ini: Sesuaikan Strategi Investasi Meninjau ulang strategi sesuai profil risiko dan tujuan investasi jangka panjang menjadi langkah penting. Disiplin dalam alokasi dan pemilihan instrumen membantu mengurangi tekanan psikologis saat pasar bergejolak. Beli Saham Blue Chip Saham-saham dengan kapitalisasi besar dan fundamental kuat terbukti lebih tahan terhadap volatilitas. Pilihan ini dapat membantu investor tetap berada di pasar tanpa mengambil risiko berlebihan. Diversifikasi Instrumen Selain saham, investor dapat mempertimbangkan instrumen lain untuk menyeimbangkan portofolio: Obligasi korporasi dan Surat Berharga Negara (SBN): Memberikan pendapatan tetap dan stabil. Reksa dana campuran atau pendapatan tetap: Diversifikasi otomatis antara saham dan obligasi, mengurangi risiko sekaligus tetap berpartisipasi di pasar modal. Deposito dan instrumen pasar uang: Likuid dan aman untuk menunggu momentum pasar. Emas: Lindung nilai yang relatif stabil saat pasar bergejolak. Hindari Investasi dengan Pinjaman Investor sebaiknya menghindari penggunaan dana pinjaman atau leverage, terutama saat pasar volatil, karena dapat memperbesar risiko kerugian dan tekanan finansial. “BNI Sekuritas memahami peningkatan kehati-hatian di tengah volatilitas pasar. Terpenting adalah memahami pilihan instrumen investasi yang tersedia, tetap disiplin, dan menyesuaikan strategi dengan tujuan jangka panjang. Dengan pendekatan ini, investor dapat menyikapi dinamika pasar dengan lebih percaya diri, serta melihat peluang di setiap pergerakannya. Seluruh proses investasi dapat dilakukan dengan aman dan nyaman melalui New BIONS by BNI Sekuritas, yang didukung riset akurat dari tim analis yang andal,” tutup Teddy. ###SELESAI###

Jakarta, 3 Februari 2026 – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) kembali dipercaya oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029. Produk investasi ini dapat dibeli dengan mudah melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, dengan masa penawaran yang berlangsung mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026. Sebagai SBN ritel pertama yang diterbitkan pada tahun 2026, ORI029 hadir dalam dua pilihan tenor investasi, yaitu ORI029-T3 dengan jangka waktu tiga tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029, serta ORI029-T6 dengan tenor enam tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2032. ORI029 menawarkan tingkat kupon yang kompetitif, masing-masing sebesar 5.45% per tahun untuk ORI029-T3 dan 5.80% per tahun untuk ORI029-T6. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menyatakan komitmen BNI Sekuritas sebagai mitra distribusi SBN dalam menyediakan alternatif investasi yang aman dan menarik bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, ORI029 dapat menjadi pilihan strategis dalam melakukan diversifikasi portofolio, khususnya di tengah kondisi pasar yang dinamis dengan tingkat volatilitas yang masih tinggi akibat berbagai faktor global dan domestik. “Sebagai instrumen investasi yang dijamin sepenuhnya oleh Negara, baik dari sisi pembayaran kupon maupun pokok investasi, ORI029 menawarkan tingkat risiko yang relatif rendah dengan imbal hasil yang tetap kompetitif. Hal ini menjadikan ORI029 relevan bagi investor yang ingin menjaga stabilitas fundamental serta kinerja portofolio dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Teddy. Melalui platform New BIONS by BNI Sekuritas, investor dapat membeli ORI029 dengan nilai investasi mulai dari Rp1 juta, dengan batas maksimum pemesanan sebesar Rp5 miliar untuk ORI029-T3 dan Rp10 miliar untuk ORI029-T6. Investor dapat memilih salah satu atau kedua seri ORI029 sesuai dengan tujuan keuangan dan strategi investasinya masing-masing. Proses investasi ORI029 melalui New BIONS by BNI Sekuritas dapat dilakukan dengan empat langkah mudah, mulai dari registrasi atau pendaftaran pada menu SBN, memilih produk ORI029, melakukan pemesanan, dan memantau imbal hasil yang dibayarkan ke RDN tanggal 15 setiap bulannya. Penawaran ORI029 telah dibuka sejak 26 Januari 2026. Kupon pertama ORI029 akan dibayarkan pada 15 April 2026 dan selanjutnya secara rutin setiap bulan hingga jatuh tempo, dengan pengembalian pokok investasi pada saat jatuh tempo. ###SELESAI###

Jakarta, 2 Februari 2026 - Dalam rangka mendukung peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia, pemahaman terhadap berbagai strategi transaksi saham merupakan hal penting bagi investor pemula. Setiap strategi investasi memiliki karakteristik, jangka waktu, serta tingkat risiko yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Salah satu strategi transaksi yang cukup dikenal dan banyak digunakan oleh investor adalah swing trading. Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga saham dalam jangka pendek hingga menengah, yang umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Swing trading dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin lebih aktif bertransaksi, namun tetap mengedepankan perencanaan, analisis, serta pengelolaan risiko yang terukur. Memahami Konsep Swing Trading Swing trading merupakan strategi perdagangan saham yang bertujuan memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah, biasanya dalam rentang waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Investor memanfaatkan momentum pergerakan harga ( price swing ) dari satu level ke level lainnya dengan mengandalkan analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren serta momentum pasar Di pasar saham Indonesia, strategi ini umumnya diterapkan pada saham-saham dengan likuiditas tinggi dan pergerakan harga yang aktif. Karakteristik tersebut memudahkan investor dalam melakukan analisis teknikal serta memantau pergerakan harga secara berkala. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menyampaikan bahwa pemahaman strategi transaksi yang tepat menjadi fondasi penting bagi investor pemula dalam menghadapi dinamika pasar modal. “Setiap investor perlu memahami bahwa pergerakan pasar bersifat dinamis. Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung dengan perencanaan yang matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” ujar Teddy. Prinsip Dasar Swing Trading Dalam praktiknya, swing trading dijalankan dengan prinsip yang relatif sederhana, yaitu: Membeli saham ketika harga mengalami koreksi atau berada di area support Menjual saham saat harga bergerak naik mendekati atau menembus area resistance Keputusan transaksi baiknya didukung oleh analisis teknikal agar investor dapat mengambil keputusan secara objektif, tanpa terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi pasar jangka pendek. Beberapa indikator teknikal yang umum digunakan dalam strategi swing trading antara lain: Moving Average (MA) untuk mengidentifikasi arah tren harga Relative Strength Index (RSI) untuk melihat kondisi jenuh beli ( overbought ) dan jenuh jual ( oversold ) MACD untuk membaca momentum pergerakan harga Support dan Resistance sebagai acuan area beli dan jual Bagi investor pemula, penggunaan indikator sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman. Sebagai gambaran, sebuah saham berlikuiditas tinggi sedang berada dalam tren naik dan mengalami koreksi sementara: Area beli: Rp1.000,- Target jual: Rp1.100,- Batas risiko (stop loss): Rp970,- Melalui perencanaan tersebut, investor telah menetapkan potensi keuntungan dan risiko sejak awal. Pendekatan ini membantu investor menjaga disiplin serta menghindari keputusan emosional saat harga bergerak tidak sesuai ekspektasi. Pentingnya Manajemen Risiko Dalam setiap aktivitas transaksi saham, manajemen risiko merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan. Penetapan stop loss , pengaturan porsi dana, serta konsistensi terhadap rencana transaksi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan investasi. Teddy menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi juga berperan penting dalam mendukung keputusan investasi. “Melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, investor dapat mengakses berbagai fitur yang membantu analisis dan eksekusi transaksi secara lebih praktis dan terukur, sehingga strategi investasi dapat dijalankan dengan lebih optimal,” tutupnya. Sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan investor yang cerdas dan teredukasi, BNI Sekuritas secara konsisten menghadirkan berbagai program literasi pasar modal seperti Morning Investview, Live Trading serta program unggulan lainnya untuk membantu investor memahami peluang dan risiko investasi di Pasar Modal Indonesia. ###SELESAI###